BerandaHeadlineSenna SN Belum Mati Dikelas Senior

Senna SN Belum Mati Dikelas Senior

OtomotifZone.com-Sentul. Meski harus menambah beban tambahan timah seberat 4.5 kg yang harus nempel dichassis gokartnya karena masih underweight, Senna SN masih bisa bertarung dikelas senior max dan menempati posisi 2 overall point champhionship ajang Rotax Max Challenge Indonesia 2016 Minggu kemaren (29/8).

Kehadiran juara bertahan DD2 Asia dan akan mempertahankan ke-3 kalinya juara Asia ini sempat memimpin saat RMC Round 1 pertama digelar, prefinal menempati posisi 2 dan race final menempati posisi pertama diikuti sang juara RMC Indonesia 2016, Silvano Christian.

Jika tidak mengalami crash saat heat 2 round 2 beberapa waktu lalu pembalap MBG Racing Kalteng ini, mungkin persaingan menuju tangga juara Rotax Indonesia akan ramai, namun karena mengalami kerusakan pada bagian chassisnya, membuat performanya jauh dari yang diharapkan dan membuat banyak kehilangan point dengan hanya finish durutan 5 baik prefinal maupun babak final.

Senna SN
selalu improve

Kegagalan tersebut tidaklah membuat lesu dan tidak bersemangat, namun prinsip juara adalah juara hingga bendera finish dikibarkan membuat pegokart yang sedang riset chassis barunya ini semakin bersemangat.

Hitung-hitung seting engine dan chassis untuk mempersiapkan turun diajang karting Indonesia tahun depan tidaklah mengecewakan, sementara pegokart Indonesia lainnya sudah familiar dengan chassis yang digunakannya, Senna malah asik riset dengan praganya sambil kompetisi, menjadikan data setingan akan lebih cepat didapat daripada hanya sekedar latihan semata.

gaya balap Senna
panning Senna

“secara hasil, saya cukup puas menempati posisi 2 overall championship RMC Indonesia sekarang ini, kita masih butuh banyak waktu untuk riset dan tes untuk chassis praga ini, kita akan terus develop dan improve performance untuk persiapan tahun depan, itung-itung latihan dalam kompetisi, kedepannya harus menambah berat badan ideal agar tidak butuh pasang timah lagi”, papar Senna sambil tersenyum.

Ada beberapa mekanik pun bertutur, saat setelah melihat jalannya race kelas senior, utamanya setelah melihat performa Senna SN ketika menaklukan Sentul karting ini, kalau setingan Prag sudah ketemu, bisa sangat merepotkan yang sudah ada dan lebih dahulu eksis.

Menjadi juara tidak semudah pesen nescafe diwarung tetangga, semua butuh proses dan riset berkesinambungan, dan tentunya tergantung instinct pembalap itu sendiri ketika memberi input pada para mekanik, inputnya tepat, risetpun berjalan dengan cepat pula.

Penulis : Edi Batrawan | Photo : Edi Batrawan

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Must Read

Parolin Racing Advertisement Spot