OtomotifZone.com-Sepang. Meski usia belum menginjak 22 tahun, Senna SN pegokart Indonesia dikelas DD2 Senior menjadi momok menakutkan bagi pembalap Asia yang berlaga dikancah Asia Max Challenge 2016 ini, terbukti, sepanjang perjalanan 6 seri digelaranya event tersebut, Senna taktis dan tak terkalahkan sepanjang seri berlangsung.
Hanya lepas saat prefinal putaran 3, Senna finish diurutan ke-2 dibawah Nayan Chatterjee (India), selebihnya sapu bersih sebersih bersihnya dan tidak menyisakan dan memberi kesempatan pegokart lainnya untuk ambil alih posisi terdepan dikelas yang paling bergengsi diajang Rotax Asia.

Berbekal pengalaman dan jam terbang tinggi ditunjang segudang prestasi yang diraih sepanjang karier balapnya, Senna SN tampil percaya diri untuk mempertahan reputasi tak terkalahkan selama 3 kali berturut-turut dikelas DD2 Senior, meski lawan yang dihadapinya tentunya usia jauh diatas Senna SN.
Gengsinya DD2 juga naik, apalagi sudah jadi bukti, beberapa pegokart muda usia langsung nyemplung dikelas ini setelah naik kelas dari Junior Max, seperti Nazim Azman yang baru berusia 14 tahun, dan Eshan Pieris juga tergolong muda belia dibawah 19 tahun dan David Sitanala yang bulan ini baru berusia 17 tahun lebih memilih terjun langsung dikelas DD2 semakin menambah persaingan kelas ini berkelas meski di 3 seri akhir harus rela meninggalkan dunia balap demi karier pendidikannya.

Kembali ke laptop, keberhasilan Senna SN di putaran pamungkas kemaren, Senna Sn berhasil membukukan dirinya menjadi pegokart yang mampu mempertahankan juara sebanyak 3 kali berturut-turut sejak 2014 lalu.
Hattrick Senna juga pembuktian dirinya masih yang terbaik dikelas ini, usia muda dan tetap harus menambah berat badan ideal untuk kelas tersebut akan terus diupayakannya untuk tetap menjaga perform karier balapnya. Apalagi tiket menuju World grand final Rotax max Oktober mendatang akan dijadikan momentum dirinya tampil lebih baik lagi.
congrats Senna…hattrick…….
Penulis dan Photo : Edi Batrawan





