Otomotifzone.com-Kendal. Seri 4 Swallow Norifumi Jaton Grasstrack Indiel Series sabtu minggu 12-13 September 2015 di sirkuit Ronggolawe, Sukorejo, Kalibogor, Kendal, Jawa Tengah ternyata tetap dihadiri para pembalap aktif kejurnas. Pilihan yang sulit saat pengumpulan point di dua kejuaraan bergengsi. “Kita tidak menjelek-jelekkan, tapi bagaimana eventnya. Selama musim ini mereka digantung dan dipusingkan dengan regulasi serta kepastian tentang hadiah yang akan didapat.” kata Andreas Indie, penggarap event Indiel series.

“Saya sudah melayangkan protes atas bentroknya jadwal karena event saya berisi pembalap yang sama-sama kejar point. Tapi tak ada respon. Ya sudahlah, sekarang lihat saja. Pembalap yang memilh.” tuturnya lagi. Kegundahan Pak Indiel dan penonton yang penasaran terbayar saat jagoan Jateng turut hadir. Siapa lagi kalau bukan duo Rizky, Edi di kelas senior ditambah Dicky Jazz dan Reyvaldi Julian. Di junior masih ada Vernando Tulandi, Wibowo Gosong dkk. Di pemula ada Bayu Seto, Yeni Oreo, Umar BR dsb. Mereka lagi yang dibahas. Lha tolok ukur grasstrack Jateng mereka bro. Kalau penonton tau yang datang mereka langsung buru-buru nonton. Point disini lebih utama? Lho..

“Saya lebih memilih seri ini karena banyak yang dipertimbangkan. Pertama yang kita kejar adalah hadiah utama, lima seri sudah dapat motor. Grasstrack apalagi yang mau dicari kalau bukan hadiah. Tahun lalu saya kecewa sebagai juara region jawa tapi hadiah hanya tiket nonton International Mx di Thailand. Itupun nggak saya ambil, pakai duit pribadi kesananya. Yang kedua event ini dekat dengan rumah. Dan ternyata bos nggak mempermasalahkan saya pilih balap disini,” terang Rizky HK, pembalap Rehobat Norifumi Jaton Swallow Fly TK Racing. ucapan Rizky di dukung Edi Aryanto pembalap asal Temanggung yang bernaung di team 549 AHRS One Team Sabdodadi. “Kujurnas tidak ada sangsi point, yang penting saya bisa ikut final besuk,” singkat Edi saat balap di utara tempat tinggalnya ini.
Pembalap kelas pemula pun lebih memilih ogah melanjutkan karena point hangus di kelas bebek standar. “Yowes to mas, aku sama team pilih yang dekat dengan rumah kalau hasilnya sama,” kata Bayu Seto yang kecewa pointnya di kejurnas ilang. Bayu lebih memilih balapan di samping rumahnya yang cuma 10 menit dari rumahnya. Lumayan lima piala berhasil ia bawa pulang.
Perkembangan soal hadiah semakin tahun juga bertambah dari 4 motor tahun ini jadi 9 unit motor di kelas yang diserikan. Ini yang makin jadi incaran. Lima seri dapat motor ngapain repot-repot bro..
Penulis : Hafid | Foto : Hafid

