OtomotifZone.com-San Marino. Di seri 16 MotoGP Emilia Romagna sirkuit Misano, San Marino 24 OktoberĀ 2021 kemarin pada kelas utama seperti sebuah sinetron dengan alur cerita di awal tayang dengan tema lakon semua. Sisi pinggiran banyak yang melihat seperti sebuah penentuan banding dua kubu.
Rincian balapan ini cerita lakon pertama yang jelas kubu Ducati lewat Francesco Bagnaia dan kawan-kawan Ducati seperti Jack Miller, Luca Marini, Johan Zarco. Jorge Martin dan Enea Bastianini yang keluar barisan 10 besar Ā belum terhitung di cerita awal. Sedangkan kubu kedua pasti fokus Fabio Quartararo dan Yamaha. Quartararo sendiri out di posisi 15.
Kubu Ducati memantau dengan serius barisan mereka di rombongan depan. Empat jokinya ada di 10 besar dan 3 diantaranya di grid depam. Untuk pemantau Fabio Quartararo cukup santai dan yang penting jaga point. Tau sikon pembalapnya start dari belakang pastinya nggak mungkin juara. Berat men! Penting point lah.
Rontoknya harapan Ducati kala Jack out lebih dulu sebagai pembantu Pecco Bagnaia amankan jarak point besar ketika posisi kedua harus out. Pembantu pertahanan lapis dua yang di pegang Luca Marini juga kendur. Quartararo perlahan maju dan terus maju sampai 75% balap dia berhasil ke posisi 5 men!! Gap point jika di hitung cukup greget karena masih berkisar 38 point antara El Diablo dan Pecco.
4 lap jelang finish bencana besar bagi Ducati. Kiranya sudah memangkas point dari 52 ke 38 berbalik drastis menjadi 70 point dalam sekejap. Cerita lakon MotoGP Emilia Romagna berubah seketika pindah alur ke sesi Quartararo. Keuntungan ganda karena Miguel Olivera di posisi 4 juga terjatuh beberapa detik usai Bagnaia membuat dirinya naik dua step sekaligus.

Mode bertahan di terapkan karena untuk mengejar duo Repsol Honda tak mungkin di kejar. Serangan di menit akhir datang dari Enea Bastianini. Bonus untuk naik ke podium Quartararo pupus, tapi aman. Kalkulasi point di kepalanya ketika balap tetap berhitung jika finish ke 4 dan gap jadi 65. Dua seru tersisa sudah tak bisa di kejar. Juara dunia tergenggam aman Fabio Quartararo dan Monster Energy Yamaha.

Sejujurnya moment ini di luar target baginya melihat hasil kualifikasi seperti itu. Tapi siapa sangka, rejeki memang sudah tak bisa di sangka. “Sejujurnya, saya masih tidak percaya dengan apa yang saya capai hari ini… Ini terasa sangat bagus! Ini bukan balapan yang mudah. āāDi lap pertama saya melihat Miller jatuh, tapi saya pikir itu Marc. Lalu saya melihat di TV, dan saya melihat Marc fighting dengan Pecco. Lalu saya melihat motor merah lainnya jatuh. Saat itu saya tidak senang. Saya hanya berpikir ‘Oke, Pecco jatuh’ dan saya senang dia baik-baik saja. Mencoba finis di podium adalah sedikit target, tapi ban depan kami dalam kondisi buruk saat itu, dan saya tidak bisa mencapainya pada akhirnya. Tapi saya tidak peduli. Saya menjadi Juara Dunia hari ini . Bisa saja finis terakhir, dan hasilnya akan sama. Saya tidak punya kata-kata. Saya hanya ingin menikmati momen ini bersama tim,” ujar Fabio dengan mata berkaca-kaca tangis bahagia.
Boleh di bilang ini balap menggemaskan baik Ducati atau Yamaha.
Penulis : Hafid | Foto : MotoGP




