OtomotifZone.Com – Bulukumba.Sirkuit nol Kilometer Bira,Bulukumba pada hari kedua cukup panas menyengat begitupun perjalanan race penentu juara umum pada kelas Bebek 125cc 4T Tune Up Open (ex Mp 2) menjadi persaingan panas pula.
Nur Alfath versus Syahrul begitu memukau berikan tontonan yang seru antar keduanya yang saling berusaha mengambil alih posisi dan pada race ke 15 tersebut bisa di bilang partai yang cukup krusial yang mana terjadi crash antar keduanya memasuki 2 putaran akhir.

Kedua pembalap yang telah memimpin ini akhirnya harus merasakan aspal Panas tersungkur di R4 di sirkuit Bira dan memasuki finish Alfath harus puas kedua dan Syahrul diposisi keenam. (Nonton Disini)
Drama persaingan kedua pembalap papan atas ini pun cukup menyita perhatian serta beragam komentar penikmat otomotif Indonesia.
Nur alfath saat dihubungi langsung oleh penulis meminta maaf kepada semua pencinta otomotif atas kejadian tersebut dan bukan kesengajaanya.
‘‘Tidak ada niat sedikitpun untuk saya paksakan masuk dan akhirnya terjadi insiden yang pastinya saya juga sudah meminta maaf ke dia(Syahrul) dan tim nya, saya juga meminta maaf kepada semua dan ini menjadi pengalaman saya selanjutnya”Ujar, Alfath.
Usai race berakhir Multazam Musbar (juri) dan Darmawan (pimpinan lomba) menyampaikan kepada tim bersangkutan bahwa menolak permohonan protes dari tim Syahrul atas kejadian tersebut “Kami menolak permohonan protes dari tim setelah melihat langsung kejadian dan hasil rekaman video yang ada bahwa apa yang dilakukan Alfath masuk merapat masih bisa dimana celahnya juga ada dan itu biasa terjadi Ketika last lap di balapan”kata,Multazam.

Darmawan juga menegaskan bahwa apa yang sudah diputuskan berdasarkan pertimbangan serta Analisa dari bukti kejadian, dan berharap bahwa tidak memperbolehkan adanya incident diluar dari kejadian tersebut apabila terjadi maka akan diberikan sangsi pencabutan KIS selama setahun serta apabila tim ataupun pembalap tidak menerima putusan ini boleh mengajukan banding” Tegasnya.
Syahrul Amin kurang sepakat dengan putusan Juri “Saya rasa ini unsur kesengajaan kalau bukan pastinya tidak ada kejadian ini,saya sangat dirugikan bukan hanya tidak dapatkan juara tapi juga tulang bahu saya naik dari kejadian ini, saya rasa pimpinan lomba juga harus bisa bijak melihat itu dari tehnik balap yang aman tapi saya serahkan semua keputusan mereka dan masyarakat bebas menilai atas kejadian ini”ungkap Syahrul.
Kedepannya, jika race digelar disirkuit sirkuit dadakan yang syarat konflik saat race, saat brifing peserta ada penekanan kepada pembalap, etika balap dengan sportifitasnya harus dikedepankan.




