OtomotifZone.com-Portimao, Portugal. Setelah menjalani perjuangan yang begitu keras dan mendebarkan, akhirnya Indonesia hanya mampu meloloskan 1 pegokartnya dari 5 pegokart Indonesia yang turun diajang Rotax Max Challenge Grand Finals Portimao Portugal Jum’at Siang hari waktu setempat (13/11).
Silvano Christian dikelas senior menjadi satu-satunya pegokart Indonesia yang akan mempertaruhkan nama Indonesia dikancah dunia setelah dirinya lolos second chance heat, hasil tersebut didapat setelah pegokart UI Racing team ini mampu menempati ranking 45 dari 72 pegokart terbaik dunia setelah saat qualifying heat 3 group A-D, dirinya mampu berada diposisi 19.
Dengan keberhasilan masuk second chance dan mampu finish diurutan ke-4 dari total 34 pegokart untuk memperebutkan 6 posisi dari sisa dari 28 pegokart yang otomatis lolos saat heat. Silvano tinggal menjalani 2 race penentuan saat Prefinal dan Final yang akan digelar besok di Kartodromo Internacional Algarve Portimao Portugal Sabtu, 14 November 2015.

Sementara 4 pegokart Indonesia lainnya harus menahan dirinya untuk turun diajang final besok setelah dikelas Junior, Nabil Hutasuhut harus tertahan diposisi 31 babak second chance setelah dirinya lolos dengan raihan ranking heat diposisi 55, sementara Keanon Santoso tidak lolos heat.
Ananda Julio yang turun dikelas Senior juga harus mengubur impiannya masuk daftar Wall of Fame rotax dunia setelah dirinya lolos heat 3 dengan finish diurutan 26 dan ranking heat pegokart MBG Racing Kalimantan Tengah berada diposisi 61 secara otomatis dirinya juga tidak lolos kebabak berikutnya, setelah second chance heat hanya mampu berada diposisi 22.
Harapan untuk melangkah ke babak final sebenarnya juga bertumpu pada Sena SN (Riser Shadaff Kratingdaeng Motorsport) dikelas DD2. Penampilan cukup sempurna di qualifying heat 3, Senna SN finish diurutan 13 dan berada di urutan 45 ranking heat, tentunya masih punya kesempatan emas di Second chance heat.
Usaha keras yang dilakukan Senna sudah maksimal, namun hasil yang didapat memang sangat mengecewakan dirinya, bertarung dengan 34 pegokart di second chance heat, Senna harus berjuang keras, gokartnya memang mampu diajak manuver ketika keluar masuk tikungan, namun melambat saat ditrack lurus, itu yang membuat Senna harus pasrah finish diurutan 24 dan kesempatan mengikuti jejak Silvano masuk babak final pupus sudah. Seandainya rem tidak ngunci dan ngeblok kemungkinan dirinya bisa push dan peluang ke babak berikutnya terbuka lebar.
Perjuangan kalian sudah begitu maksimal, hasil nyata itulah kompetisi yang sebenarnya, kita doakan semoga Silvano Christian mengibarkan Merah Putih dinegerinya Christiano Ronaldo ya…
Penulis : Edi Batrawan | Photo : Team




