
OtomotifZone.com-Sumedang Jabar. Raungan motor penuh modif diajang Bronx Oceano Grasstrack Open 2014 usai digelar di Bumi Perkemahan Cibolang Cisarua Sumedang Minggu (26/1) kemaren berlangsung sukses. Event yang digelar Pakusarakan Club dibawah komando Dedy Odoy ini berlangsung ramai, ketat dan menguras banyak otak grasstracker Jabar.
18 kelas yang dilombakan termasuk supporting race SE 65 cc ini dijejali 350 starter yang datang dari berbagai penjuru tanah Sunda, Hampir semua pembalap Senior, Junior maupun pemula komplit terjun dievent ini. Keterbatasan track yang kurang dari 800 meter ini tidak membuat para pembalap garuk tanah menyerah begitu saja. Kontur sirkuit yang tidak mempunyai track panjang dan berm tidak serta merta membuat ciut dan patah semangat grasstracker Jabar yang selalu kompak dan solid.

Lintasan track lurus setelah start yang tidak begitu panjang para adu kebut garuk tanah sudah disodorkan tanjakan terjal menantang disambut dengan tikungan patah dan disongsong turunan curam penuh gundukan tanah berantai semakin ketat dan tegang jalannya lomba dari awal hingga akhir dimana kesabaran, kuatnya mental dan peras otak dibutuhkan disirkuit ini dan kesulitan tingkat tinggi serta pendeknya lintasan yang menempa Iwan MJ dan kawan-kawan semakin cerdas mensiasati ragamnya lintasan.
“Awalnya saya juga kaget melihat sirkuit ini, yang ada diotak saya sirkuit yang dipake adalah sirkuit yang dulu pernah dipake diajang sebelumnya, tapi gak tau kenapa jadi pindah ke sini, suka tidak suka inilah sirkuit yang harus kita lahap, kejelian, kesabaran dan cepatnya berpikir yang membuat kita bisa menang, lintasan yang pendek membuat kita semakin pinter gimana caranya menaklukan sirkuit yang punya karakter pendek, curam dan sempit” jelas Chikal Faizal dari team Chikalicious 645 Bronx Oceano racing yang menjuarai 2 tangga tertinggi dikelas bebek Modifikasi 2T Senior dan Sport & Trail Senior.
Cerita akan beda apabila hujan turun saat race, “untung gak ujan, coba kalau ujan pembalap akan ripuh (repot/susah)) mengendalikan kuda pacunya, kontur tanah lengket kena terik matahari sedikit lega dan bisa ngacir ketika lolos dari kepungan pembalap lain selepas start itu juga kunci jitu melepaskan diri dari rombongan, karena siapa cepat lepas dari tikungan pertama diyakini akan melenggang didepan dengan aman kecuali jatuh atau motor tiba-tiba mati” terang Resa Pangsit sang juara 4 kelas ditimpali Wanji Ar.
Dilihat dari urain diatas diyakini sudah bahwa grasstracker Jabar tidak pernah manja dan solid.
Penulis : Edi Batrawan | Photo | Edi Batrawan






