Otomotifzone.com-Bandung. Sengol senggolan sering terjadi dalam setiap kegiatan racing terutama balap motor, baik di aspal maupun tanah, semuanya pasti akan menjadi bahasan dan menjadi viral, jaman canggih, eagle eye ada dimana mana, sehingga moment sekecil apapun akan mudah terpantau, dan itu terjadi saat event Kejuaraan Daerah Balap Motor IMI Jabar putaran 2 2024 yang digelar Sabtu-Minggu, 31 Agustus-1 September 2024 di sirkuit Gery Mang Subang.
Aksi yang cukup membayakan ini terjadi 2 kali saat laga final kelas bebek 2T Open, dimana Dadan Alamsyah saat start sudah melakukan manuver yang sangat membahayakan dan Falah Acil menjadi korbannya hingga tersungkur dan terbang selepas lampu start padam, dan membuat Falah Acil kehilangan kesempatan untuk meraih point dalam kejuaraan tersebut.
Kejadian unsportif juga dikalukan kembali oleh Dabu alias Dadan Buntil dilap akhir, pertarungan seru sejak beberapa tikungan sebelum finish, Abdul Ghofar mencoba memasuki celah setelah S kecil dan agak sedikit memaksa sehingga terjadi touch yang membuat Dadan agak kehilangan kontrol, namun Dadan akhirnya mampu mengejar di 2 R terakhir dan melakukan tindakan yang memang terkesan sengaja melakukan T atau nge “blong” dan membuat Ghofar tersungkur.
Berdasarkan 2 kejadian tersebut, Irvan OC selaku Kabid R2 IMI Jabar Senen, 2 September 2024 langsdung memberi surat peringatan terhadap Dadan Alamsyah setelah mendengar laporan dari Juri yang bertugas dan mengamati video yang beredar di social media, dimana surat yang ditanda tangani Irvan OC tersebut intinya ada indikasi tindakan tidak sportif yang dilakukan pembalap Dadan Alamsyah yang membahayakan pembalap lain dikelas bebek 2T open.

Tindakan nge”blong” membuat Ghofar tersungkur
Penulis juga menelisik apasih yang sebenarnya alasan versi pembalap asli Subang ini, “Saya ngga sengaja itu yang pas start karena jarak start ke R1 kanan itu 50 meter , semua pembalap pasti ingin cepat masuk tikungan kekanan lebih cepat sayangnya motor saya sedikit terbang dan saat turun kebawah ada kontak dengan Acil tanpa disengaja , setangn motor saya nyangkut kebadannya, dan semua pembalapyang lebih kencang dan kuat tidak ada yang mau ngalah berebut tikungan pertama, dan terjadilah kontak fisik”, itu alasan Dadan saat lap awal.

Kenapa kemudian terjadi kembali dengan pembalap lain?, Dadan menambahkan, “kalau dengan Ghofar memang ada kontak 2 kali , dan di lap akhir posisi saya di ambil paksa sampai ada kontak dan saya masih kuat pegang motor , dan saya pengen mengambil lagi posisi saya, atas kejadian tersebut saya sudah minta maaf kepada keduanya, saya paham pasti mereka ada rasa kecawa dan marah sesaat”.
Setelah mendapat surat cinta dari IMI Jabar, Dadan menanggapi dengan legowo, “Saya menerimanya dengan lapang dada om kalau memang itu salah saya murni,, walaupun tanpa di sengaja”.
“Jika kejadian seperti ini terulang kembali, IMI Jabar akan melakukan tindakan tegas tanpa pandang bulu”, tegas Aries Aditya selaku juri lomba.
Semua punya alasan dan juga punya jawaban, tindakan unsportif apalagi sangat membahayakan pembalap lain sangat disayangkan, semoga kejadian ini cukup sampai disini.




