OtomotifZone.com-Muara Bulian, Jambi. Meski awalnya sempat menjadi pembicaraan serius apakah topi Khas Budaya melayu Jambi ini menjadi ikon baru setelah batik, songket dan tenunan Khas jambi, Lacak atau Tanjak yang sebelumnya sempet diperdebatkan para budayawan dan pemerhati budaya melayu Jambi, akhirnya ikat kepala Khas kaum pria ini resmi dengan nama “Lacak”.
Ikat kepala dengan anyaman dan sususan sedemikian rupa ini rupanya tidak lepas dari sejarah budaya melayu Jambi yang dipengaruhi sejarah pada jaman Melayu kuno, Kota Jambi mendapatkan keuntungan dari aktivitas perdagangan antara Asia Barat dan Cina, oleh karena itu Negara Cina menjadi sumber informasi mengenai latar belakang sejarah Jambi. Pada Tahun 1460-1907, Jambi yang dikenal akan Kerajaan Islam dikenal sebagai Melayu II. Ratu pertama dalam kerajaan ini adalah Selaro Putri Pinang Masak didampingi oleh suaminya bernama Datuk Paduko Berhalo, itulah sekelumit sejarahnya.

Nah untuk semakin memperkenalkan kekayaan budaya kearifan lokal dan melestarikan warisan leluhur, Sumatera Cup Prix 2017 dibawah Dragon Event organiser dan Arisandro Management beserta BHOC (BatangHari Otomotif Club) sebagai mitra, ikut melestarikan budaya tersebut dengan cara para crew event tersebut menggunakan ikat kepala dengan nama “Lacak” sepanjang race.
Tidak hanya petugas pencatat lap, juri lomba bahkan hingga pimpinan perlombaan juga mengenakan ikat kepala Lacak, tak luput, OtomotifZone.com sebagai media partner juga turun andil mengenakan ikat kepala tersebut.

“ini salah satu kewajiban kita sebagai anak negeri, harus mau melestarikan budaya leluhur kita, ikat kepala Lacak ini melambangkan jiwa kesatria kaum lelaki, kita berkewajiban ikut melestarikan budaya Melayu Jambi dan diperkenalkan lewat dunia otomotif” papar Amir Hamzah selaku ketua penyelenggara, diamini Mawan Dragon, Arisandro dan Helmi duet MC yang membagikan ikat kepala lacak tersebut.
Langkah jitu ditengah pudarnya kesadaran generasi muda melestarikan kekayaan budaya sendiri, era informasi dan teknologi jangan sampai menggerus warisan luhur budaya bangsa, kewajiban kita harus terus melestarikannnya.
Lacak, ikat kepala melayu Jambi.
Penulis : Edi Batrawan | photo : Edi Batrawan




