OtomotifZone.com-Semarang. Di event Bhayangkara Road Race Cilacap Minggu kemarin motor ini ngacir tak terbendung pada sesi penyisihan. Dipacu Haydar Maulana pembalap asal Kendal ini sengaja nggak mau main aman. Pokoknya geber abis. Mungkin dia gemes, kok enak ya… Makin kencang makin penasaran..
Eh, motor siapa ini? Yang punya motor Andreas Edward Indiel. Orang satu ini memang maniak 2T asli. Dimana ada motor 2T kenceng dia cari bengkelnya, bukan mau ngobrak-abrik tapi mau ikut order bikin kenceng. Yamaha F1ZR nya di bikin sama Castro punggawa ICC Pekalongan. Tau kan? Dia ahlinya bebek standar 2T 110cc utamanya khusus Fiser..
Bapak tinggi jangkung ini masih punya senjata 2T lagi. Tetapi 120cc. Mengamati kelas 2T s/d 125cc Indiel diam-diam memperhatikan terus siapa yang motornya kenceng dan tahan gojlokan. Akhirnya dia dapat tempat bikin motor andalan Suzuki era 2000an ini.

“Saya bawa ke Mamprang Speed milik Pak Ajang di daerah Cibeuti, Rawalo, Tasikmalaya.” buka suara Indiel yang banyak bertempur sebagai event organizer di balapan grasstrack. Mari tanya-tanya speknya. Walau nggak bisa hubungi si mekanik tapi Pak Indiel ini sudah koling-koling spek motor Satria 120R warna biru hitam ini.
“Itu motor standar semua. Karburator standar reamer 1.5 mm. Main jet 95 Pilot Jet 27.5. Lubang ex di bikin 21mm sedang lubang bilas naik 1.7 mm. Head papas 1.5 mm lalu sudut squis dibuat 16 derajat. Rasio bawaan pabrik. Pengapian total loss dengan CDI standar motor. Knalpot di bobok/dibedah. Sekat-sekat di kurangi,” tutur Pak Indiel menirukan Pak Ajang saat diminta data modifikasi.
Hmmmmm,,, itu standar korek pak kalau bahasa 2000an hehehe..Bukan standar ndar. Memang itulah motor 2T. Sedikit ubahan tetapi harus teliti. Hasilnya kwenceeeeng. Kalau kebesaran bisa mutah-mutah alias “mblebeg” lanjutnya mesin mati.
“Bahan bakar pertamax Turbo dan Oli pakai Maxima. Perbandibgannya 1 lt pertamax : 30cc oli.” kelanjutannya memberikan keterangan.
Balap di kelas Bebek Standar 2T s/d 120cc sukses di penyisihan. Saat final Haydar Maulana bisa jauh memimpin. Namun naas, saat memasuki tikungan bawah pohon roda belakang mendahului roda depan alias kepleset. Gagal sabet number one…

“Next, Minggu depan di road race Slawi balas dendam.” tutup Andreas Edward Indiel. Brip-brip….. !
Penulis : Hafid | Foto :




