OtomotifZone.com-Jogja. 2001 adalah salah tahun transisi teknologi yang perlahan-lahan engine tuner Indonesia mencoba meracik mesin dibantu perangkat lunak. Di tahun itu juga ada sebuah bebek Underbone yang heboh isunya dengan harga luar biasa karena riset sebuah knalpot yang berimbas ke swing arm memaksanya diubah melengkung keatas sebelah. Dan mereka saat itu menyebutnya “swing arm pisang”.
Motor tersebut muncul pertama di Kenjeran, Surabaya dan dipacu Bima Octavianuz dari team Johnson Tepepa kala event YCR. Olah riset orang jepang khusus F1ZR Bima Octvz.
Tahun ini ada dua motor bebek Underbone sleep engine yang mengaplikasikan swing arm pisang. Sama seperti F1ZR Jepang kala itu. Satu garapan Widya Krida – GDT Jogja dan satunya Rema – R22.

“Pertama karena perut knalpot sering nempel Aspal. Bagaimana agar perut bisa agak ke dalam, terpaksanya ya akali swing arm sedikit di modifikasi. Kedua ada kemajuan power setelah geser posisi perut knalpot,” ucap Rema dari R22, mekanik Akai Jaya Creampie Pejantan Tangguh R22.
Tentu hanya tekuk posisi saja. Ukuran, panjang, lebar dan bahan masih bawaan pabrik.
Penulis : Hafid | Foto : Hafid




