OtomotifZone.com- Bandung. Mutu pelumasan mesin terus mengalami proses pengembangan guna memenuhi beragai tuntutan seperti perubahan teknologi mesin, dan kemajuan teknologi aditif guna memenuhi persyaratan mesin tertentu. Di jaman sekarang tuntutan masa pakai pelumas lebih lama, kebijakan konservasi energy dan peraturan emisi yang lebih ketat EURO 3, juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perubahan formulasi pelumas.
Perlu diketahui mutu pelumas tidak dapat ditentukan hanya dengan visual. Untuk mengetahui dan memahami kinerja pelumas kita harus memahami ”spesifikasi” yang diberikan oleh organisasi-organisasi/institusi terkait. Spesifikasi disini harus dipenuhi melalui pengujian kinerja yang mempergunakan alat khusus. Contohnya produk oli yang didistribusikan ke Indonesia kita sering melihat dikemasan ada bertuliskan API (America Petroleum Institute) API adalah salah satu institusi yang memberikan spesifikasi dan sertifikasi terhadap kinerja suatu produk oli yang sudah dilakukan tes.
Di Amerika serikat, API menentukan lisensi dan sertifikasi pelumas mesin melalui suatu system yang memenuhi jaminan pemeliharaan,dan persyaratan pelumas dari pembuat peralatan original. Sistem tersebut mencakup persetujuan lisensi yang dilakukan oleh pemasar pelumas bersama dengan API. Melalui program ini, API menstandarkan pemberian label pelumas mesin dengan mengadopsi logo yang disebut donut. Logo itu didesain untuk ditempatkan pada bagian tutup kemasan atau bagian lain dari kemasan. Logo ini menerangkan mengenai tingkatan viskositas pelumas, spesifkasi, dan kemampuan penghematan energy. Jika pelumas tersebut tidak menghemat energy maka bagian bawah logo itu kosong.
Penulis : Ajie Nur Syamsi | Foto : Istimewa
Sumber : Pertamina Lubricant Guide Book

