Bengkulu, 1 Juli 2025 — Gelaran Andalas Drag Series Putaran Pertama yang berlangsung di Sirkuit NP Pantai Panjang, Kota Bengkulu, dibuka dengan nuansa kearifan lokal yang kental. Sebuah tari persembahan khas Bengkulu yang dibawakan oleh Sanggar Essy Studio menjadi pembuka acara, menyambut para peserta balap dari berbagai daerah.
Tarian penyambutan ini bukan sekadar hiburan, namun merupakan bentuk pelestarian budaya yang sengaja dihadirkan oleh panitia penyelenggara. Ketua pelaksana Andalas Drag Series, Willy Octra, mengatakan bahwa konsep ini memang dirancang untuk mengangkat nilai-nilai budaya lokal di setiap daerah penyelenggara.
“Konsep seperti ini memang sengaja kita lakukan. Nantinya setiap putaran akan disambut oleh tarian adat dari provinsi tuan rumah penyelenggaraan Andalas,” ujar Willy.
Dengan mengusung konsep perpaduan antara olahraga otomotif dan pelestarian budaya, Andalas Drag Series tidak hanya menjadi ajang kompetisi kecepatan, tetapi juga wadah untuk memperkenalkan kekayaan tradisi Nusantara kepada khalayak luas.
Kehadiran tari persembahan di awal acara mendapat apresiasi dari para penonton dan peserta. Selain menambah semarak pembukaan, momen ini juga menjadi pengingat bahwa kemajuan olahraga dan pelestarian budaya bisa berjalan beriringan.




