Beranda Racing Roda 2 Grasstrack Tidak Ada Dominasi Podium, Pertarungan Seri 2 JC Supertrack 2022 Makin Seru

Tidak Ada Dominasi Podium, Pertarungan Seri 2 JC Supertrack 2022 Makin Seru

0
319
2 grasstracker Sumatera kuasai podium open

OtomotifZone.com-Medan. Onfirenya Opick Beke, grasstracker asal Ciamis Jawa Barat, Inggil Bernaditus asal Jawa Tengah dan Ahmad Zusrizal asal Sumatera mematahkan dominasi Mamo SS diseri 2 JC Supertrack dikelas Open, sementara Jepri Bule ngamuk di kelas Junior balas kegagalan diseri pertama, membuat pertarungan Sabtu-Minggu kemaren (4-5/6) Jaharun Circuit Deli Serdang menjadi saksi serunya pertarungan 2 kelas bergengsi.

Selebrasi Opick Beke asal Ciamis

Seri 1 lalu, hampir semua kelas dikuasai Mamo SS, sementara pembalap lainnya hanya mampu membututi dan menghirup asapnya saja, namun Seri 2 menjadi titik balik kebangkitan pembalap grasstrack nasional lainnya, tentunya berkaca dan evaluasi dari seri 1 sebelumnya 928-29/5) disirkuit yang sama. Patahnya dominasi Mamo SS dimulai sejak Sabtu (4/6) di Moto 1 JC01-Bebek Modifikasi 4L 125cc Open, sejak gate start rata dengan ramstart, pembalap BJW ABC Bks Family Racing Dharmasraya langsung tancap gas, 9 putaran dilibas tanpa membuat kesalahan sedikitpun mampu meninggalkan Mamo SS 1.640 detik hingga bendera finish dikibarkan, dan kembali hari Minggu (5/6) Opick Beke kembali raih podium tertinggi Moto2 JC02-Sport & Trail 2L 155cc dan 4L 250cc open, meski sesaat sebelum start sempat mengalami trouble dan meminta waktu kepada COC untuk melakukan perbaikan dan disetujui, ternyata pembalap gondrong ini langsung ngacir setelah aman ditikungan pertama, dan kembali Opick, dengan KIS Kabupaten Bekasi tinggal di Lampung ini mampu mengasapi pembalap dibelakangnya sejauh 5.220 detik.

Ahmad Zusrizal rebut dominasi pembalap Jawa

Dominasi Mamo SS kembali dipatahkan dengan perkasanya Ahmad Zusrizal dari team Funmo JC Suspension Norifumi MBK JTMX Today 88 Orca, pembalap tuan rumah ini raih podium tertinggi Moto2 JC01-Bebek Modifikasi 4L 125 cc berbagi podium dengan Opick Beke dimoto 1, Zusrizal juga ngacir meninggalkan Mamo ss diposisi 2 dengan jarak 5.486 detik saat bendera finish dikibarkan, begitupun juga d Moto1 JC03-Sport & Trail 4L 250cc, pembalap nomer start 720 asal Sumatera ini juga raih podium tertinggi diikuti Inggil.

Akhirnya memang terjadi, tidak ada dominasi Mamo SS diseri 2 ini, pembalap Jawa Tengah asal team 86 Dona Fashion Kaboci Inggil Bernaditus sabet Moto1-JC02 Sprort & Trail 2L 155cc & 4L 250 cc open ini bersaing ketat dengan Lantian Juan, namun performa engine garapan Kaboci mulai menunjukkan taring terbaiknya dibalut kelembutan setingan JC Suspension membuat Inggil makin percaya diri, terbukti kelas JC03- Sport Trail 4L 250cc, Inggil makin menggila dengan korekan khas Achos Lalang asal Takalar Sulawesi Selatan ini, setingan 4 taknya memang menjadi yang terbaik, jika di Moto1 JC01 tidak mengalami trouble, kemungkinan tangga juara umum seri 2 akan menjadi miliknya, namun konsistensi Mamo SS raih podium menjadikan dirinya tetap raih juara umum nasional kelas open.

Inggil Bernaditus, patahkan dominasi Mamo ss

Setelah kita kupas para jawara kelas Open, kita beralih dikelas Junior. Seri 2 ini akhirnya menjadi milik Jepri Bule, pembalap Honda PT M Zul Gumelar Nyomot BKJU VMX MSP JKT ini mampu sapu bersih kelas JC05-Sport & Trail 2L 155cc & 4L 250cc Junior dengan point penuh, dan sabet posisi tertinggi moto 1 JC04-bebek Modifikasi 4L 125cc Junior, membuat pembalap Banten akhirnya mampu patahkan Bhelly Satriansyah asal Sumatera utara, setelah seri perdana seminggu sebelumnya mampu raih juara umum nasional kelas junior, dan seri 2 ini, tahta juara umum akhirnya diambil alih Jepri Bule meski harus menahan sakit engkel kaki saat berlaga.

Jepri Bule juara umum nasional junior seri 2 JC Supertrack 2022

Hilangnya dominasi 1 pembalap raih podium tertinggi, membuat para pembalap nasional lainnya main semangat untuk saling ambil alih posisi terbaik, membuat persaingan semakin seru, penontonpun semakin penasaran dengan persaingan ini, otomatis semangat tempur menjadi tujuan seluruh pembalap untuk meraih yang terbaik.

Siapa pembalap sengan persiapan team matang dan tentunya factor luck, podium tertinggi menjadi miliknya.