OtomotifZone.com-Yogyakarta. Berat pembalap dan motor ditimbang sebelum dan sesudah balap.Tentunya agar sesuai regulasi biar balap berjalan relatif seimbang. Tetapi banyak manfaatnya lho selain itu? Ngomongin teknis sedikit ya? Kita kenalan dulu dengan yang namanya Power to Weight Ratio (PWR) alias perbandingan antara tenaga mesin dan berat motor plus pengendara. Logikanya, dengan tenaga sama, motor yang lebih berat akan berjalan lebih lamban.
Kenapa seperti itu? Butuh torsi lebih besar untuk berakselerasi. Belum lagi saat pertarungan di mulai. Motor lebih berat lebih susah direm, kurang lincah saat berkelok-kelok, hasilnya.. bisa urutan belakang. Belum lagi beban mesin lebih besar bisa bikin mesin lebih gampang drop.
Mekanik yang memahami ini akan berusaha untuk mendekatkan berat motor dan pembalap mendekati batasan minimal yang diperbolehkan. “Mekanik pintar selalu melihat segala kemungkinan, termasuk berat. Biasanya dengan mengatu volume bensin di tangki, atau menambah pemberat,” kata Pungkas Wekonando Suwondo, operator time keeper MBG yang juga menyediakan timbangan balap ini.
Apa bedanya dengan timbangan yang biasanya? Standar internasional, Coy!! Timbangan ini terdiri dari tiga sensor berat. Roda depan, Roda belakang dan berat pembalap. Dari hasil timbangan itu, berat total ditotal. Hebatnya, berat kendaraan depan dan belakang bisa dilihat persentasenya. Kalau mekanik jeli, ini bisa untuk menyeting keseimbangan dan kerja suspensi motor dengan menambahkan berat di area yang dibutuhkan.
Tak heran, timbangan digital spesial balap ini biasa juga dipinjam promotor nasional. Ini tentu demi menjaga kualitas balap.
Penulis :Nometo Izaku, foto: Hafidz




