Beranda Racing Roda 2 Grasstrack Totalitas Karena Hobi Pasutri Ini Bangun Sirkuit Demi Wadahi Sarana Penghobi Balapan...

Totalitas Karena Hobi Pasutri Ini Bangun Sirkuit Demi Wadahi Sarana Penghobi Balapan Tanah

0
4375

OtomotifZone.com – Bandung. Salut dan acung dua jempol nih dengan apa yang dilakukan oleh Ade Rahmat & Tina Rosita, pasangan suami istri dari kawasan kota Bandung, Jawa Barat, yang punya hobi identik dengan balapan tanah dan lumpur. Apalagi pasutri ini secara totalitas sangat konsen dan mendukung penuh pada gelaran balap cakar tanah.

Hal itu terlihat di ajang Grasstrack Open Katar Sukasirna 2019 yang berlangsung di sirkuit Cai Kahuripan, Punclut, Lembang, (24/3) kemarin. Pasalnya demi ingin menggelar balapan tanah ini, mereka sengaja membeli lahan tanah yang berada disebelah rumahnya seluas 2 hektar untuk kemudian langsung mengubahnya dengan bentuk lintasan balap tanah sepanjang kurang lebih 850 meter.

Tina Rosita & Ade Rahmat

Dan di event kali ini merupakan gelaran perdana yang secara resmi diadakan serta dihadiri oleh lebih dari 500 starter, termasuk hadirnya pembalap beken grasstrack Jabar, juga dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Terlebih lagi grasstrack ini sudah lama dikenal dengan sebutan balapan rakyat, dan terbukti lebih dari 2000 penonton hadir di sepanjang lintasan berkontur naik-turun ini.

“Awalnya ini tanah warga yang menanam kebun jeruk, setelah kita beli langsung diganti untuk jadi sirkuit grasstrack. Tujuannya agar kelak bisa mewadahi sebagai sarana bagi penyuka balapan grasstrack terutama juga ajang latihan bagi pembalap di seputaran Bandung ini,” kompak kang Deed dan Teh Ita, sapaan akrab pasutri yang juga pemilik Rumah Makan Saung Punclut Teh Ita 1, 2 & 3 ini.

Keluarga besar Saung Punclut Teh Tina 1, 2 & 3

Yang menarik dari pasutri ini justru tidak memiliki tim balap grasstrack, melainkan hanya karena hobi dari Kang Deed yang terkadang malah kerap ikut dalam ajang trail adventure. Namun sekarang lebih senang dengan membuat sirkuit grasstrack yang kelak bisa terus aktif untuk dipergunakan dalam ajang balapan tanah demi terciptanya regenerasi pembalap grasstrack Jabar.

“Semoga saja ke depannya kita bisa kembali mengadakan event serupa yang lebih ramai lagi dan akan berusaha totalitas untuk balapan grasstrack Jabar yang lebih maju,” tukas Teh Ita.

Penulis : Obeth | Foto : Obeth

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses