Sang Driver sebelum ajang ini digelar sempat berdiskusi dengan Teddy dari REV Engineering dan Dana Karya dari DSS Suspension perihal performa kendaraan yang akan diturunkan pada Group G.5.2 (Group Diesel Kelas Full Modifikasi). Teddy yang melakukan modifikasi performa mesin ini diminta oleh Hari untuk menambah tenaga pada putaran RPM rendah, karena menurutnya, kendaraan ini susah laju saat keluar dari tikungan. Dengan kasus seperti itulah membuat sang engineer menyempatkan diri untuk melakukan beberapa kali DYNO Toyota Hilux dengan melakukan penyetelan setting pada ECU SHOP Moster ECU yang melakukan kontrol terhadap pasokan bahan bakar, tekanan bahan bakar serta timing bahan bakar.
Saat dicoba hari Sabtu (9/5) pasangan ini hanya mampu mencatatkan waktu 4:00:711, berada dibelakang pasangan Andi Baihaki /Yuri yang mengendarai Mitsubishi Triton (BJM Offroad Team) dengan waktu 3:58:937, sehingga catatan waktunya tertinggal 2 detik.

Saat waktu kosong antara SS-1 dan SS-2, Hariono menyempatkan diri untuk memakai dan mengenali karakter kendaraan tersebut diluar lintasan balap hingga yakin telah menemukan cara mengendarai yang cocok. Alhasil, di SS-2, pasangan ini mampu mencatatkan waktu 2:48:812. Waktu tempuh di SS-2 ini 4 detik lebih cepat dibandingkan catatan waktu Andi Baihaki.
Pasangan ini sempat unggul di putaran pertama SS-3 ini, namun di putaran ke-2 setelah jumping, kendaraannya mendadak kehilangan tenaga, sehingga harus berjalan pelan menuju garis finsih dam tentunya kehilangan waktu dan point, setelah kejadian itu dapur pacu langsung diperiksa oleh team support dari DSS Motorsport dan rupanya selang turbonya retak, sehingga ada kebocoran pada pasokan udara dari turbo ke mesin. Hal ini membuat Hariono dan Tunggul tertinggal 8 detik dibelakang pasangan lainnya.
Di SS-4, Hariono dan Tunggul tampil all-out berusaha mengalahkan Andi Baihaki dan Yuri. Namun dengan selisih waktu lebih dari 8 detik,pasangan iniyakin dengan performa kendaraannya, mereka dapat finish didepan Andi Baihaki / Yuri, namun pastinya tidak mungkin unggul dengan waktu lebih dari 8 detik untuk mengalahkan sang rival, terbukti di SS-4 ini, pasangan ini mampu finish lebih cepat dibandingkan rival beratnya, dengan catatan selisih waktu 2 detik.
Berkat perjuangan kerasnya, akhirnya Hariono dan Tunggul tetap naik podium pada posisi ke-2 di G.5.2. Ketika dimintakan pendapatnya, Hariono menyatakan,“akan lebih sering berlatih dengan kendaaan Toyota Hilux ini untuk lebih mengenal karakter mesin dan suspensi, sehingga dapat tampil lebih baik lagi di IXOR-3 Jabar”.
Penulis : Edi Batrawan |Photo : Edmol




