OtomotifZone.com-Jambi. Siapa sih penonton, pembalap hingga pelaku motorsport Tanah Air akan berpaling dan membuang muka saat gadis payung berjalan diatas aspal panas sebagai catwalk..? mahluk tuhan normal akan langsung melihat kehadiran mereka saat gelaran sebuah event racing.
Umbrella Girl atau gadis payung sudah menjadi kebutuhan primer promotor agar gelaran sedikit lebih mempunyai greget, kehadiran gadis cantik putih semampai dengan bodi proporsional standar modeling ini tentunya menjadi daya tarik tersendiri, brand yang menempel pada dress yang dikenakan tidak secara langsung menjadi pusat perhatian, tak jarang mata langsung melotot jika UG tersebut lain dari biasanya, tonjolan lekuk tubuh juga menjadi nilai jual promotor untuk menyenangkan komunitas dan juga sponsor, itu kalau menggunakan baju diatas lutut dengan bukaan dada lebar dan tanpa lengan, menarik bukan..???

Namun apakah trend Umbrella girl keluar dari mainstream itu menjadi viral…???? reaksi positif ternyata menjadi sebuah alternatif promotor gelaran, dimana OtomotifZone.com menjadi saksi saat gelaran PON XIX Jawa Barat di Tasikmalaya medio September 2016, Saat Rio Teguh Pribadi menjadi ketua IMI Jabar dan Panpel acara tersebut, sudah menciptakan trend positif dengan menghadirkan gadis payung menggunakan baju kebaya khas sunda lengkap dengan payung kertas lukisan khas Rajapolah Tasikmalaya.

Kembali OtomotiifZone.com menjadi saksi saat gelaran PORDA XIX Sumsel di sirkuit Manggul Lahat dan gelaran Grand Final MotorPrix Aceh Timur 2017, penyelenggara menyuguhkan hal serupa yang dilakukan Jawa Barat.
Dan yang paling gres OZ kembali menjadi saksi gadis dan putri Jambi menjadi peneduh gelaran Grand Final Sumatera Cup Prix 2017 Muara Bulian, para gadis cantik sangat anggun mengenakan busana khas Jambi lengkap dengan asesories khasnya, penonton bosen..? justru reaksi kagum akan keberanian Dragon event organiser merubah paradigma gadis payung tidak harus pamer paha dan dada.

OtomotifZone.com mencoba melempar postingan photo dimedsos, reaksi dan komen pertama hingga urutan 10 justru kaum Hawa sangat merespon positif ide cemerlang tersebut, komentar beragam muncul, tentunya posiitif membangun, kaum Hawa merasa mendapat tempat dan dilindungi hak dan martabatnya sebagai wanita.
Terobosan baru ini semoga menjadi trend positif agar kebosanan bisa dihindarkan, apalagi kita sangat kaya akan budaya nusantara.
Pro dan Kontra tergantung cara pandang masing-masing.
Penulis : Edi Batrawan | photo : Edi Batrawan




