Beranda Headline UPGRADE NINJA 250 MONO 34,5 DK! Ancaman Baru Kelas Nopego

UPGRADE NINJA 250 MONO 34,5 DK! Ancaman Baru Kelas Nopego

0
10168
Kawak Ninja Mono siap bertarung dikelas nopego
Kawak Ninja Mono siap bertarung dikelas nopego
Kawak Ninja Mono siap bertarung dikelas nopego

OtomotifZone.com-Jogja. Kawasaki Ninja Mono berkapasitas 250 cc silinder tunggal sudah dibekali ECU canggih bermodel close loop. Meski di down spek dari aslinya KLX 250, toh mesin ini tetap mumpuni. Gampang aja dinaikkan powernya dari standar 26 dk ke 34,5 dk. “Cuma membantu Pakdhe Ibnu Sambodo untuk mengetahui karakter mesin setelah modifikasi,” kata Ofa Mustofa, mekanik yang diserahi mandat dari Manual Tech Yogyakarta.

penampakan Ofa lagi serius
penampakan Ofa lagi serius

Kalau Manual Tech Yogya, sampeyan sudah pada ngeh kan? Kalau Ofa, tentu belum banyak mengenal.. aslinya do’i urang Bandung. Pasti orang melirik sebelah mata. Harusnya orang kota Kembang ini lebih cocok jualan cireng atau cilok dan bisnis kuliner lainnya. Nyatanya pria berkacamata ini mampu tuh. Bisa juga kan tukang sablon punya media, begitu juga tukang bubur naik haji. Hehe.. guyon masbro.. biar semangat dan jangan melihat masa lalu orang sebagai kesimpulan. Kepleset ntar sampeyan. Lha kok malah jadi tausiyah! Maaf ngaco. Biarin… kan namanya juga nulis santai… hehe..
Nah, kalau riset upgrade ini jelas gak ngaco, udah dibuktikan di dyno Mototech, Yogyakarta. OMBRO

belah durian eh belah mesin demi tenaga mumpuni
belah durian eh belah mesin demi tenaga mumpuni

GANTI KNALPOT RACING NAIK 2 DK
Motor gres dari dealer naik dyno Mototech, di ring road selatan. “Standarnya 26 dk saja,” kata Mamat, operator dyno. Dibanding Ninja 2 silinder, kalah 2 dk. Kemudian motor diganti knalpot racing. “Saat digas pertama, kemudian gas dilepaskan, muncul letupan kecil di knalpot, itu tanda campuran miskin, tetapi dipelintiran gas berikutnya gejala itu hilang. ECU sudah menyesuaikan debit bahan bakar dan knalpot,” sebut Yuli Kwok, direktur operasional Mototech.
Setelah ECU menyesuaikan AFR (Air to Fuel Rasio) injeksi dengan kemampuan knalpot, power naik jadi 28 dk.
Hampir sebulan Ofa enggak jualan somay eh cireng.. maksudnya meninggalkan Bandung. Dia di Jogja untuk mengupgrade mesin. “Kem digarap mirip korek harian aja, apalagi ECU, Throttle semua standar. Kompresi hanya dinaikkan dengan mengatur ketebalan paking silinder,” tutur pria berjenggot ini.
Setelah didyno, keluar 2 kuda dari ruang dyno.. Hiieeh… Power naik lagi jadi 30 dk. Ofa pun geleng-geleng… “Kok cuma naik 2 dk ya?” Bingung dia.

Grinding kem ciamik
Grinding kem ciamik

BUKA FILTER NAIK 4,5 DK
Sebenarnya, mesin Ofa itu sudah sip markusip. Pengalaman di dunia balap juga gak bisa dipandang enteng. Makanya dia yakin, harusnya kemampuan mesin lebih dari itu. Ternyata, pangkal paha eh pangkal masalahnya ada di boks filter. Boks filter menyumbat aliran udara yang akan masuk ke mesin.
Belalai Ofa, haduuh… kok dari tadi seputar itu ya? Maklum, Ofa dah sebulan gak ketemu bini di Bandung. Pada ninja mono, filternya agak ribet. Ada belalai luar, boks atas dan saringan penahan dari strimin stailess. Ketika belalai luar dicopot dan di dyno, power naik 2 dk wuih.. boks atas dicabut, naik lagi 2 dk.. selanjutnya saringan strimin dicopot naik lagi 0,5 dk.. “Enak banget ya sistem injeksi ini, gak ribet setel pilot jet dan main jet, udah ngikut. Wah bisa pulang ke Bandung dulu nih,” ujarnya lega.
Selamat ya Bro.. selamat menikmati cilok, bala-bala, cireng dan batagornya….

penulis : Ombro | Foto Ombro, istimewa