Otomotifzone.com – Jakarta. Skuter listrik Viar Q1 secara resmi diluncurkan PT Triangle Motorindo (TM) selaku produsen Viar Motor Indonesia, bersama dengan Bosch. Grand launching tersebut dilakukan di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (6/6).
Viar Q1 yang merupakan skuter listrik pertama yang telah dilengkapi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dikatakan President Director PT Triangle Motorindo, Ignatius Kartiman, sebagai produk inovatif. Dikembangkan bekerjasama dengan Bosch dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
“Menjadi salah satu bentuk komitmen kami dalam mendukung pemerintah. Yang saat ini menginginkan semua pihak untuk bersama-sama memberikan perannya dalam mengurangi masalah pemanasan global. Sementara ini Viar Q1 akan dipasarkan sebanyak 500 unit perbulan,” ujar Kartiman.
Karenanya Viar dan Bosch ikut serta menghadirkan kendaraan tanpa polusi asap dan tanpa menggunakan bahan bakar minyak. Hal ini ditambahkan Kartiman senada dengan apa yang tercantum di dalam Perpres No.22 Tahun 2017.
Amine Kamel, Director Automotive Electronic Bosch South East Asia mengatakan polusi udara oleh kendaraan berbahan bakar energi tak terbarukan berkontribusi besar terjadinya peningkatan emisi gas rumah kaca.
Kehadiran Bosch, diutarakan Amine, telah memberi banyak tawaran solusi, termasuk mengembangkan e-Scooter Driving System. Sebuah inovasi ramah lingkungan yang bertenaga untuk membangun kendaraan bebas emisi.
“Pusat penelitian dan produksi e-Scooter Driving System Bosch telah berdiri sejak 1999. Diluncurkan perdana pada 2013 lalu, hingga akhirnya tahun ini bisa hadir untuk pasar Indonesia lewat Viar Q1,” terangnya.
e-Scooter Driving System dari Bosch yang diaplikasikan dalam unit skuter listrik Viar Q1 terdiri atas Electronic Control Unit (ECU) dan e-Motor. Biasa disebut controller, ECU merupakan peranti lunak yang berfungsi mengontrol performa komponen penggerak motor listrik (power train) – termasuk eMotor dan baterai.
Gayung bersambut, skuter listrik seharga Rp 16,2 juta on the road garapan Viar, Bosch dan UGM ini mendapat respon positif dari sejumlah pihak. Diantaranya dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Perusahaan Listrik Negara (PLN). Leo Basuki, Commerce&Customer Service Manager PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya mengutarakan dukungan PLN dari segi penyediaan listrik, dan infrastruktur pengisian baterai motor listrik.
“Kami dukung karena Viar Q1 sejalan dengan program kami, listrik 35.000 MW. Karena selama ini jadi pe-er buat kami, watt sebesar itu mau dikemanakan? Kami yakin sistem pengisian ulang baterai nantinya akan sangat praktis, “ ujar Leo.
Sebab menurutnya, PLN Disjaya sudah membuat inovasi. Dalam rangka menyediakan kebutuhan listrik ditempat umum. Dengan meluncurkan Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) sebagai public power outlet, yang akan memberi solusi. Memfasilitasi pengguna skuter listrik Viar Q1 khususnya, dan masyarakat umumnya, dalam mendapatkan sumber listrik yang legal dan aman di tempat umum.
“Saat ini di DKI Jakarta sudah ada sekitar 369 titik SPLU, dan sudah beroperasi. Selama ini dimanfaatkan untuk usaha kecil dan menengah. Kedepannya akan terus ditambah, ya itu tadi salah satunya untuk menampung kebutuhan skuter listrik Viar Q1,” tukas Leo.
Naskah & Foto : Alun Segoro






