Beranda Racing Roda 2 Grasstrack Waduh Event Resmi Grasstrack kembali “Dihajar” Balap Liar

Waduh Event Resmi Grasstrack kembali “Dihajar” Balap Liar

0
2304

OtomotifZone.com – Jakarta. Gelaran KMS Elena Shafira Super Grasstrack Open 2019 yang berlangsung di Sirkuit Bukit Pereng Indah, Sukawangun Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya sepi starter. Event resmi berekomendasi Pengprov IMI Jabar yang berlangsung pada Hari Sabtu-Minggu (12-13/10) sepi pembalap tidak sepert gelaran sebelumnya.

Padahal gelaran tersebut dari sisi kemasan ada perbaikan dari event sebelumnya. Seperti layout sirkuit yang diubah dan menjadi lebih panjang. Pemasangan pagar yang kuat sehingga pembalap dan penonton pun aman dan nyaman.

Bahkan hadiah pun menggiurkan. Selain hadiah perkelas terdapat juga hadiah Juara Umum Pemula sebesar Rp. 5 juta dan Juara Umum Pemula Rp. 2 juta. Pemberian uang tunai tersebut non kuota sehingga para peraih juara umum mendapatkan sesuai jumlah yang dipublikasikan.

Gelaran hanya diikuti oleh 83 starter dari 38 pembalap saja. Sungguh miris gelaran yang menempuh prosedur, kemasan yang baik dan juara umum yang menggiurkan. Namun kenyataan mengatakan lain, event resmi minim starter dan pembalap karena terdapat gelaran serupa dalam satu kabupaten.

BACA JUGA : Hasil Lomba Kejuaran KMS Elena Shafira Super Grasstrack Open 2019 Tasikmalaya

Gelaran resmi berlangsung di Sirkuit Bukit Pereng Indah Sukawangun Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya. Sedangkan gelaran yang tidak menggunakan rekomendasi IMI Jabar berlangsung di Cijoho Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya.

Yang membuat miris gelaran di Manonjaya yang tidak menggunakan rekomendasi IMI Jabar, jumlah starter tembus pada angka 132 starter. Ini menjadi pemikiran bersama karena balap tanpa rekomendasi dan berbarengan dengan gelaran resmi jelas merugikan salah satu pihak.

Menyikapi hal ini, pimpinan lomba gelaran KMS Elena Shafira Super Grasstrack Open 2019 telah melakukan komunikasi dengan pihak kepolisian. Yana Mulyana yang bertugas menjadi pimpinan lomba komunikasi dengan Kabagops Polres Kabupaten Tasikmalaya.

“Saya sudah sampaikan terkait dengan gelaran tanpa rekom yang di Manonjaya, namun menurut Kabagops gelaran diundur dan akan diurus perijinannya dengan IMI Jabar,” jelas Yana Mulyana. Namun pada kenyataannya gelaran tetap berlangsung.

Bahkan menurut Ai Rosidin yang bertugas menjadi juri menyampaikan bahwa dirinya sudah berulangkali menyampaikan tentang balap liar pada rapat komisi. “Kami sudah berkali-kali menyampaikan pada pihak IMI Jabar dalam hal ini komisi grasstrack, namun sampai saat ini tidak ada tindakan apapun,” jela Ai.

Ai menambahkan koordinasi dengan pihak kepolisian pun selalu terdapat jalan buntu. Bahkan menurut Ai dari pihak kepolisian membutuhkan biaya operasional untuk penindakan balap liar tersebut. “karena tidak ada dana operasional dari IMI Jabar sehingga pihak kepolisian pun tidak dapat berbuat banyak,” jelas Ai.

Yana Mulyana berharap agar kesepakatan antara IMI Jabar dan Polda Jabar agar dapat direalisasikan. Bahkan menurut Yana kesepatan tersebut seolah-olah tidak diindahkan. “Jadi untuk apa ada kesepakatan bersama antara IMI Jabar dan Polda Jabar jika tidak ada penindakan saat terjadi balap tanpa rekomendasi,” pungkas Yana.

Penulis: Yeyep Ardiansyah | Foto: Yeyep Ardiansyah

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses