OtomotifZone.com – Jakarta, Kegaduhan yang terjadi di dunia otomotif nasional dalam beberapa waktu terakhir kembali menyoroti pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap regulasi balap. Pro dan kontra yang bermunculan, khususnya terkait penjenjangan dan batas usia pembalap, dinilai perlu disikapi secara bijak oleh regulator.
Hal tersebut disuarakan oleh Wawan Hermawan, mantan pebalap nasional yang kini aktif sebagai pemilik tim sekaligus pendiri sekolah balap WH19Rs. Menurutnya, IMI selaku pemegang otoritas seharusnya melibatkan peserta dan para pelaku balap sebelum menetapkan regulasi baru.
Wawan menilai, polemik yang terjadi saat ini seharusnya bisa diminimalisir apabila proses perumusan aturan dilakukan secara terbuka dan partisipatif. Terlebih, regulasi terbaru yang mengatur batas usia—khususnya di kelas Beginner—dinilai tidak lazim dan memicu banyak perdebatan.

“Ini yang lagi rame pro dan kontra masalah regulasi usia, terutama usia Beginner yang naik dari tahun sebelumnya. Nah ini kan ada banyak sekolah balap di Indonesia. Sebab kebanyakan peserta di kelas Beginner ini datang dari sekolah balap. Ajak kita-kita duduk bersama merumuskan regulasi usia ini sebelum dikeluarkan,” ujar Wawan Hermawan.
Ia menegaskan, sekolah balap memiliki peran penting dalam pembinaan pembalap muda. Karena itu, suara mereka seharusnya menjadi bagian dari pertimbangan utama dalam menentukan penjenjangan dan arah pembinaan ke depan.
Saat ini, Indonesia memiliki banyak sekolah balap yang aktif melahirkan talenta-talenta muda. Di antaranya WH19Rs, 43 Racing School, DRS, 77 RS, Mons 54 Private, D45, Bob’s RS, 86 Ristan, GHP56Rs, RS89, serta sejumlah sekolah balap ternama lainnya di Tanah Air.
Wawan berharap, ke depan IMI dapat membuka ruang dialog yang lebih luas agar setiap regulasi yang lahir benar-benar berpihak pada pembinaan, keselamatan, dan masa depan balap motor Indonesia. Dengan melibatkan semua pihak, regulasi diharapkan tidak lagi menimbulkan kegaduhan, melainkan menjadi solusi bersama.




