Beranda News Wawan Junx Bakwan : Makin Bertaji Dengan Ramuan Sendiri

Wawan Junx Bakwan : Makin Bertaji Dengan Ramuan Sendiri

0
1748
Wawan Bakwan lagi nggarap sepatbor motor old school

OtomotifZone.com – Semarang. Hand painting belakangan ini lagi rame, tepatnya sejak tahun 2013 lalu. Salah satu penggiatnya adalah Wawan Junx Bakwan yang juga seorang builder. Ramenya hand painting dipicu dengan maraknya trend old school dan custom culture. Keduanya memang saling melengkapi dan sudah jadi satu bagian..

Beda dengan air brush yang menggunakan media mesin untuk membuat sebuah karya. Hand painting lebih mengandalkan keahlian tangan lewat alat kuas. Cenderung ke tradisional kalau boleh disebut begitu tapi hasilnya tak kalah dengan piranti mesin seperti airbrush.

Wawan Junx Bakwan, pengalaman 20 tahun di dunia painter
Wawan Junx Bakwan, pengalaman 20 tahun di dunia painter

“Disini soulnya harus dapat dan pas dengan bentuk motor. Biasanya para pemula asal saja nggambarnya. Akibatnya bisa ditebak, tidak cocok gambar hand painting dengan modifikasi motornya,” kata Wawan Bakwan pada OtomotifZone.

Obyek yang mau digambar bisa apa saja seperti helm, full motor atau sebagian misal hanya tangki dan sepat bor saja. Pada perkembangannya malah sudah merambah ke studio music dan bengkel motor modifikasi. Termasuk ke ranah yang lebih pribadi yaitu kamar tidur bahkan rumah tinggal.

Kuas ini produk Amerika dan harganya cukup mahal
Kuas ini produk Amerika dan harganya cukup mahal

Pirantinya juga nggak sembarangan, seperti cat dan kuas adalah produk luar negeri. Cat misalnya bagi Wawan Bakwan lebih memilih Enamel yang memang sudah terbukti kualitasnya. Kuasnya pake label Kavka dan Mack bikinan Amerika. Kuas ini tidak sembarangn dan berbeda dengan lazimnya karena kuas tersebut fungsinya mempermudah saat tangan beraksi.

“Catnya kalau menurut saya harus dari luar, ini demi hasil berkualitas bagus. Susahnya cat dari luar negri nggak bisa ditimpa cat lain atau clear. Nah saya cari solusinya dan bikin cat sendiri yang bisa ditimpa clear polyurenthanne. Tentunya ada trial dan erornya juga dan setelah berhasil ramuan ini saya namakan Paint Striper,” ujar Wawan di studionya jl Krakatau 2 no 27 Semarang

Paint Striper, formula ciamik bikinan Wawan Bakwan
Paint Striper, formula ciamik bikinan Wawan Bakwan

Pria kurus berkaca mata ini sudah menekuni dunia painter selama 20 tahun. Mulai berkarya sejak tahun 1996 dan merambah dunia builder pada tahun 2011. Pretasinya cukup banyak, diantaranya langganan juara di event nasional dan internasional salah satunya di ajang bergengsi Kustomfest. Sekarangn lagi melirik event internasional lain yaitu Moon Eyes di Malaysia.

“Bagi ku jadi painter dan builder sekaligus adalah one stop shooping istilahnya. Kalau bikin modif motor disini kan sekalian paintingnya biar soulnya dapat dan pas dengan modif motornya. Beberapa waktu lalu saya sempat jalan jalan liat perkembangan painter dan builder di Malaysia. Lagi mbidik ikutan event di Malaysia, lagi nyiapin konsep konsepnya dulu,” ujar Wawan Junk Bakwan. Jossssss!

Penulis : Unang | Foto : Unang

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses