Beranda Headline X30 SEA Shah Alam 2018 : Prassetyo “Wonder Boy” Hardja Double Winner

X30 SEA Shah Alam 2018 : Prassetyo “Wonder Boy” Hardja Double Winner

0
5647
Prassetyo Hardja double winner
Prassetyo Hardja double winner

OtomotifZone.com-Shah Alam, Malaysia. Like Father Like Son, pepatah itu seperti melekat pada  diri Prassetyo Hardja, kenapa..?? keberhasilan dirinya diajang X30 SEA putaran 5 2018 Shah Alam adalah refleksi dari keberhasilan Handi Hardja sang ayahnya saat meraih 2 gelar kemenangan diajang RMC medio 2013 di Sirkuit Park Kenjeran Surabaya dengan meraih juara seri kelas Master Max dan kelas Gearbox kala itu.

Prassetyo Hardja akhirnya membuktikan dirinya sebagai pembalap yang mengikuti jejak sang Saudagar beras ini,  sirkuit Shah Alam menjadi bukti tidak salahnya predikat wonderboy pada dirinya, diajang yang digelar Sabtu-Minggu kemaren (28-29/7), pelajar SMU Kesatuan kota Bogor mampu memboyong 2 trophy kejuaraan bergengsi level Asia meski titelnya Asia Tenggara, namun pesertanya dari India, Srilanka, Taiwan, Jepang selain pegokart Asia Tenggara itu sendiri.

Prassetyo Hardja juara kelas Senior
Prassetyo Hardja juara kelas Senior

Trophy pertama dipersembahkan Prassetyo Hardja saat memenangai final kelas Senior, perjuangan kerasnya memang sudah dibuktikan sejak qualifying hingga final, Prazz tak memberi ampun lawan untuk mengasapinya, meski dirace final sempat dilewati Dick Yu, namun dirinya tak gentar menghadari serangan diawal, namun tanpat ampun, hanya 1 lap membiarkan pegokart mampu diovertake hingga bendera finish dikibarkan.

Prassetyo Hardja atur nafas
Prassetyo Hardja atur nafas

Belum sempat buka helm, atur nafas dan meneguk minuman dingin, Prass harus terburu-buru mengikuti laga final kelas Shifter yang jadwal racenya tanpa jeda race kelas lainnya, begitu beres melakukan timbangan setelah race final kelas senior, Prass sudah harus berlari menuju grid yang  sudah ditungguin pegokart lainnya yang hanya mengikuti 1 kelas saja.

Prassetyo Hardja juara kelas Shifter
Prassetyo Hardja juara kelas Shifter

Sempat duduk diaspal mengatur nafas sambil menunggu Eshan dan Diptya menuju track karena juga mengikuti 2 kelas, Prassmulai atur strategi, karena kelas Shifter tidak mengatur point prafinal dan final, namun pemenangnya adalah penggabungan point race 1 dan race 2, disitulah kecerdikan Prass mengatur nafas.

Meski  saat race 2 hanya menempati posisi 2 karena memang sudah menghitung point lawannya, Prass menjadi pemenangan kelas tersebut karena saat laga kelas shifter race 1 hari Sabtu(28/7), Prass sudah mempunyai tabungan sebagai pegokart yang meraih garis finish terlebih dahulu, makanya strategi jitu dirace 2 berjalan lancar dan hanya membuntuti lawannya.

“Puji tuhan, saya mampu memenangi 2 gelar juara dikelas berbeda, cape memang cape, tapi saya bisa menjalani race 2 kelas ini dengan baik, strategi yang kita diskusikan dengan mekanik berjalan lancar, meski mepet waktu racenya, saya bisa menyelesaikan race dengan sempurna”.papar Prazz.

Prassetyo Hardja bersama Handi Hardja, sang Ayah tercinta
Prassetyo Hardja bersama Handi Hardja, sang Ayah tercinta

Kegembiraan nampak juga terpancar dari sang Ayah Handi Hardja, “Tuhan pasti akan memberi jalan yang tidak kita duga, saya hanya berdoa kepada tuhan, semoga Prass mampu menjalani balap 2  kelas berjalan lancar dan meraih 2 juara pertama”, jelas Handi Hardja.

Nafas kuda memang, setelah memenangi 20 lap dilakoninya saat final kelas Senior, langsung gass lagi turun dikelas Shifter sepanjang 14 lap dan juara pula…hebat..benar-benar hebat, gak salah OZ menjuluki juara Asia Junior Max 2016, juara DD2 Asia 2017 dan juara Senior X30 Asia 2017.

Selamat Prazz.

photo:Edi Batrawan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses