OtomotifZone.com – Pangkalpinang. Berbagai visi dan misi dimiliki komunitas otomotif di Tanah Air. Masing-masing punya cara untuk memajukan motorsport di daerahnya. Begitu juga yang dilakukan Xtreme Otomotif Club di PangkalPinang, Bangka Belitung.
Xtreme sudah eksis sejak satu dekade silam. “Persisnya terbentuk 10 November 2005, jadi tahun ini kami telah lebih berusia satu dekade atau 11 tahun,” buka Adhy Sarphio, SH sang Ketua. Misinya selain menggelar event road race, grasstrack dan drag bike, juga melakukan pembibitan atlet balap.
“Caranya dengan pemisahan status pembalap di Babel. Hanya klub kami yang melakukan. Itu semua buat melatih dan mengangkat mental juara para atlet road race dan grasstrack di Babel,” beber Adhy mantan racer era 2000an. Prestasi terakhir peringkat 7 kelas Sport 135cc di final Yamaha Cup Race Kemayoran Jakarta tahun 2006.
Adhy yang kini berprofesi sebagai lawyer berusaha agar klubnya tetap solid dan bisa mengisi atmosfer otomotif di Babel dalam pembinaan dan penggalangan atlet. “Kami tak selalu menggelar event yang orientasi profit, sebab sering dijadikan tontonan gratis, tujuannya untuk sosialisasi balap motor agar menjadi olahraga yang digemari di Babel,” tekad Adhy yang baru saja usai menggelar event Walikota Cup Race yang dijadikan tontonan gratis.
Seperti apa pemisahan atlet? “Dibuat kelas pemula non juara. Tujuannya agar di kelas ini persaingan setara dan mental juara muncul,” tambah Andre Surya Kusuma, Sekretaris Klub sambil menyebutkan komunitas ini terdiri dari sekumpulan pemuda yang maniak otomotif.
Xtreme sejak pembentukan awalnya sudah silih berganti keanggotaan dan rolling penugasan di dalam internal klub, tapi berkat kesolidan anggota membuat klub tetap ada hingga saat ini. “Banyak terpaan yang terkadang mengurangi semangat teman-teman, tetapi dengan niat dan tujuan yang sama, serta didukung Pengprov IMI Babel, kamipun tetap eksis,” ujar Andre.
Yap! Babel memang sedang krisis event balap motor. Satu tahun terakhir tak ada event yang digelar. Baru saja Xtreme Otomotif Club berusaha mengadakan kejuaraan terbuka dengan sponsor seadanya.
Tahun sebelumnya klub ini dikenal melalui ajang club event yang tentu saja tidak didukung sponsor pabrikan dan dealer setempat. “Kami berharap dapat perhatian dan perlakuan khusus dari pemerintah daerah agar tercipta regenerasi, apalagi atlet balap motor Babel lolos Pra PON Jabar,” harap Adhy.
Adhy dan Andre tentu tau persis kondisi di daerahnya. Paling prihatin dengan minusnya event sehingga pembalap tak bisa mengasah keterampilannya di ajang kejuaraan. “Harapan kami ada sirkuit permanen di Babel agar menjadi sarana pembinaan atlet. Kami punya pembalap potensial,” pungkas Adhy.
Penulis: Noverry Darwin | Foto: Xtreme Otomotif

