OtomotifZone.com – Lebak. Redie Fasttech sebagai cihef mekanik Tim Sentosa Motor63 LMR P4 R-one Fash tech Gollem B-Pass membuat settingan kompresi yang cukup rendah di bandingkan dengan biasanya. “Karena regulasi bahan bakar pertamax plus nilai oktannya lebih kecil dari bensol, jadi kita sesuaikan,” kata Redie.

Buat terjun di setiap sirkuit, Redie punya setingan berbeda-beda semisal di sirkuit Non Permanen Stadion Maulana Yusuf Serang – Banten yang berkarakter Stop & Go. Motor yang turun di MP4 ini mempunyai perbandingan rasio, yaitu gigi 1-13/36, gigi 2 16/29, gigi 3 21/29, gigi 4 20/23 di kombinasi final gear 13/42 mata dengan ramuan tersebut motor lebih cepat keluar tikungan.
Lalu di sekitar head untuk membuat flow lebih deras dan memperlancar gas buang, klep ganti dengan klep Honda sonic yang berdiameter in/ex 26/23mm di dukung perklep AHRS di ikuti durasi buka tutup klep isap 276° buang 275°. “Desain head di buat dengan bentuk bathtub dan penggunaan seher Kawahara 52mm yang mempunyai dome tinggi,” sambungnya.

Demi menyusuaikan kompresi yang tidak terlalu tinggi, Redie yang juga anak didik dari Mas Anto Fasttech mekanik kelas wahid yang sekarang menangani tim Honda Astra Racing Team membekali pacuan S’Ardianysah dengan CDI Rextor Pro Drag timming tertinggi 35° 14000 Rpm. “Dengan paduan kompresi rendah dan timing pengapian seperti ini mesin tidak cepat drop jadi dipakai lebih dari 25 laps pun tetap oke,” jelas Redie yang katanya mesin ini tidak luput dari perhatian Mas Anto.
Demi meneruskan gas buang dari cilynder head Redie percaya pada Knalpot B-pass karena bisa menyesuaikan dengan karakter mesin. Fasttech sendiri bermarkas di Jl.Letkol Subandi Dusun Kanthongan Triharjo Sleman,Yogyakarta di Komandoi langsung olehMas Anto.

DATA MODIFIKASI
Ban : FDR 90/80-17
Sok belakang : KTC
Karburator : Mikuni sudco 24
Knalpot : B-pass
Penulis : Nana Triana | Foto : Nana Triana, Redie fastech

