OtomotifZone.com – Sentul. Event balap motor bergengsi Yamaha Sunday Race putaran ke 3 berlangsung sukses di sirkuit Internasional Sentul Bogor(1/11). Sebanyak 243 pembalap yang loyal Yamaha ikutan, termasuk komunitas Yamaha. Mereka harus duel memperebutkan 3 besar di kelas 150 cc, 250 cc dan 600 cc. Asyiknya lagi di kelas 150 cc dan 250 cc dari seri 1 sampai 3 perkembangannya cukup signifikan yaitu 36%. Makin seru karena di semua kelas Pro selain diikuti pembalap top Indonesia ada 11 pembalap Filipina yang ikut duel di Yamaha Sunday Race.
“Animo peserta yang luar biasa membuat beberapa kelas komunitas digabung tetapi perolehan juara tetap masing masing. Soalnya kalau kita tayang perkelas waktunya tidak mencukupi, itupun kita sudah mengorbankan satu kelas. Yang jelas mereka dapat edukasi dari kita tentang balap yang sebenarnya, dan bukan gaspol saat touring,” ujar GM Sport Aftersales YIMM, M Abidin San pada OZ.

Dalah hal ini peserta dari komunitas juga mendapat edukasi tentang balap. Mayoritas malah menyambut baik event Sunday Race dan kalau bisa ditambah lagi serinya. Sekaligus ajang tersebut menjadi pengalamaman dan fenomena baru. Mereka juga sudah bisa merasakan balap sebenarnya dengan memberi masukan bahwa aspal sirkuit Sentul kudu diperbaiki lagi kwalitasnya.
“Biasanya kan kalau komunitas hanya nongkrong, touring dan bakti sosial saja. Sekarang kami punya pengalaman sekaligus pembelajaran dari Yamaha tentang balap. Kita jadi lebih paham tentang safety n speed plus cara pengereman yang benar dan kita terapkan dalam aktifitas harian saat naik motor,” kata Murry, Ketua Umum YROI yang diamini oleh Yudi Prasetyo rider DKI dari Tim Grabe Phanter FMS.

Yamaha juga memanjakan penonton dengan membuat tribun tambahan yang cukup luas dekat dengan garis start dan podium juara. Letaknya berseberangan dengan tribun utama. Untuk menuju tribun tersebut dari pintu gerbang sirkuit Sentul sudah ada penunjuk arah kearah lokasi. Trik ini dilakukan Yamaha untuk memancing minat penonton. Faktanya cukup berhasil karena tribun tambahan penuh penonton dibandingkan tribun utama yang kosong melompong.
Race day pertama kelas 150 cc Pro, Hendriansyah masih terlalu tangguh. Walau tak menjadi leader sepanjang 10 lap dan sempet diovertake pembalap lawas Stevan Budiman dan Richard Taroreh namun Hendriansyah finish terdepan. Justru di lap lap terakhir Hendriansyah andalan tim Yamaha Nissin BRT HRT KYT FDR mampu mengasapi kedua lawannya.
Lanjut ke 250 cc Pro Galang Henrdra Pratama gagal memenuhi ambisnya untuk bisa nembus 5 besar. Pembalap remaja asal Jogjakarta dan bernaung di tim Yamaha Tunggal jaya adalah pemegang klasemen 4. Tangan kirinya yang cidera akibat terjatuh saat duel di event ARRC belum sembuh 100%. Akibatnya ia tidak bisa tampil all out, bahkan Hendra Galang Pratama hanya bisa finish ke 11.

“Hasil qtt juga jelek, dapat grid 7 karena telat ganti ban basah, kan hujan om waktu itu. Pas race day cukup sulit overtake lawan, agak terganggu lengan kiri yang belum sembuh. Dapat tambahan poin sih tapi belum tahu apakah masih di urutan 4 klasemen sementara atau tidak. Nanti di seri pamungkas saya akan habis habisan, semoga bisa mempertahankan target 5 besar,” jelas Galang Hendra Pratama.
Beda lagi dengan action Irwan Ardiansyah yang justru bisa tampil heroik di kelas 250 cc Pro. Lepas start dari grid 7 cah Jogjakarta ini melejit ke group depan. Ia juga mengasapi Sigit PD yang merebut pole position. Dan mendekati Dellu Agung yang jadi leader group. Sayang hingga 10 lap berlangsung Irwan Ardiansyah kalah tipis versus Dellu Agung dan harus puas di posisi runer up.
Sementara itu Sandy Agung owner tim Yamaha KYT FDR SND memberi masukan buat Yamaha utamanya dikelas 150 cc dan 250 cc. Sebaiknya regulasi diperbaiki lagi tentang cc mesin, disamakan dengan Indonesia Road Racing Championship. Agar tim tim yang ikutan bisa memaksimalkan satu motor saja pada masing masing kelas. Beralasan juga input dari Sandy Agung karenakapasitas cc antara Yamaha Sunday Race dan IRRC beda.
“Di Yamaha Sunday Race ccnya di TU sampai 180 cc dan 280 cc, yang IRRC murni 150 dan 250 cc nya. Kan ribet karena harus menyiapkan 2 motor lagi yang berkapasitas 150 cc dan 250 cc di kelas sportnya. Paling tidak bisa saling take n give bahwa ikut di Yamaha Race Day sekalian nyeting buat IRRC juga, ini kalau motornya cc sama lho,” himbau Sandy Agung. Sip!
Penulis : Unang | Foto : Unang




