OtomotifZone.com-Purwodadi. Sudah berjalan selama 12 Tahun event ini tak surut gebyarnya. Trial game sejak pertama tayang di tahun 2005 sampai di seri terakhir 2017 ini terus menjadi ajang uji ketangkasan motor-motor spek Grasstrack maupun Motocross yang tak pernah kehabisan peserta maupun penontonnya.
Dengan tantangan tak seperti di sirkuit balap pada umumnya jadi daya tarik sendiri bagi mereka yang sudah jenuh dengan persaingan balapan di grasstrack maupun Motocross. Nyalakan nyalimu hastag event ini. Yang jadi daya tarik …….????
Tak lain soal fisik dan kemampuan nyali itu tadi. Tetap berbeda. Teman-teman grasstrack dan motocross belum tentu bisa hadapi rintangan ini. Kebanyakan masih pembalap lawas yang mendominasi Trial Game ini. Skill dan ketangkasan membuat catatan waktu cepat dengan line yang sedikit sempit tak bisa dianggap enteng. ”Jumpingnya sih di anggap saja seperti motocross. Tapi tetap sulit..” ujar Tofa SDP. Pembalap Bontang Kalimantan Timur dari kalangan Motocross yang tergiur tantangan dari Agha Riansyah di Trial Game Final tersebut.
“Yang membuat kami bertahan adalah hadiah. Dari dulu komitmen dengan hadiah yang di tawarkan pada awal seri,” terang Arjun Wicaksana yang pilih Off balap Motocross dan pilih di Trial Game saja.
Gimana nggak pilih sini. Wong hadiah utama juara umum di akhir seri Genta Auto & Sport ganjar 1 buah mobil. “Hadiah kedua Klasemen akhir masih dapat 30juta. Mending disini aja,” lanjut Arjun yang berhasil duduk di peringkat 2. Hadiah di klasemen akhir sampai peringkat 10 coy….
Malah animo peserta di akhir tahun ini lumayan berjubel. Ngomong-ngomong sudah 12 tahun ini Trial Game berjalan. Yang membuat balapan ini tidak surut selama 12 tahun ini apa sih?
“Proses. Semua melihat gelaran yang sudah-sudah. Koreksi kekurangan dan di perbaiki pada tahun berikutnya. Tahun depan tetap cari ide biar makin menarik kemasannya,” keterangan Mariachi Gunawan yang mewakili papahnya di final ini.
Eksistensi 12 nonstop gelar entertainment balap..
Penulis : Hafid | Foto : Hafid




