
OtomotifZone.com-Perlis Malaysia. Perjuangan Akheela Chandra pegokart Micro asal team UT Racing Indonesia diajang Asia Max Challenge 2014 Round 5 yang digelar di Unimap Karting Circuit Perlis Malaysia Minggu 14 September lalu menunjukan peningkatan kemajuan secara menyeluruh.
Sejak Babak Qualifying hingga race Final dilalui dengan perjuangan keras hingga akhirnya merenggut posisi 6 dibawah pembalap saingannya. pencapaian tersebut tentunya tidak mudah diraih oleh calon penerus tahta Dapur Cokelat Jakarta ini. Menempati posisi 8 saat Time trial Micro max yang digelar Sabtu sebelumnya, selisih perbedaan waktu dengan posisi diatasnya terpaut 0.075 detik. Hasil yang diraih di race Qualifying terus dievaluasi oleh manager Uut untuk meraih performa maksimal saaat race berikutnya.
Cuaca yang kadang hujan dan terik menyengat banyak menyulitkan mekanik untuk menentukan setingan dapur pacu pembalap juga membuat ketegangan jelang race, kebingungan seting basah kuyup eh basah saja atau kering. Labil dan galaunya cuaca track yang deket dengan perbatasan Thailand ini akhirnya memang sudah diprediksi, persaingan ketat barisan kedua dimana kelompok pertama sudah lepas, Akheela harus berjuang keras mendahului lawan ditiap tikungan maupun track lurus yang 2 kali lipat dari Sepang ini membuat persaingan menjadi semakin seru. 10 lap dilahap Akheela dan harus puas finish diposisi 9.

Perjuangan anak bungsu pasangan Okky Dewanto dan Eyie ini belum berakhir. Race di heat 1, heat 2 dan Pre Final pun menyisakan betapa gigihnya perjuangan si Bongsor dengan finish diposisi 9 untuk heat 1 dan finish ke 16 saat heat 2. Evaluasi hasil heat 2 karena sempat mengalami sliding 3 ditikungan sebelum garis finish akhirnya dibayar cukup maksimal meskipun sebelumnya harusnya mendapat point maksimal saat final.

Start diposisi 16 saat final dan kondisi track basah, bagi Akheel hanya disambut dengan senyum penuh arti. selidik punya selidik doi sangat gape bin jago urusan track basah tanpa menggelinjang broo…saat lampu merah padam dan tanda balap bisa dilanjutkan, disitulah kartu As dikeluarkan pembalap nomer start 24 mulai bermanuver. Satu demi satu bahkan saat dibeberapa tikungan sempat over taking 2 sampai 3 pembalap membuat posisinya beringsut naik dan mendekati posisi podium. Namun perjuangannya hanya mampu finish diposisi 6 meskipun sebenarnya waktunya sangat cepet justu disaat 1 lap jelang bendera finish dikibarkan. Ada apaa dengan Akheel…????

Sebenarnya sih kalau menurut OZ harusnya Akheel minimal podium 5, namun entah kenapa laju gokart semakin pelan hingga akhirnya susah mengejar pembalap didepannya dan mudah tersusul yang ada diposisi belakangnya. Usut punya usut ternyata Bemper belakang bagian kiri terlipat kedalam dan menghambat laju roda belakang. Ternyata kejadian itu dialami saat warm up sebelum babak final, Akheel mengalami sliding dan mengalami benturan sehingga tanpa disadarinya bempernya menghalangi lajunya.
OZ memang sempat melihat ada hal aneh diburitan, seperti rumput yang menempel, ternyata oh ternyata serpihan dan tali hitam terjurai adalah sisa-sisa bemper yang terkikis dan termakan gerusan ban belakangnya.
Masih ada seri 6 seri pamungkas AMC yang akan digelar di sirkuit Sepang… selamat berjuang Akheel..
penulis : Edi Batrawan | Foto : Edi Imola-Benz

