Beranda Headline Balap Pasar Senggol Zero Accident Sudah Untung

Balap Pasar Senggol Zero Accident Sudah Untung

0
1306
merangseknya penonton disisi lintasan
merangseknya penonton disisi lintasan
merangseknya penonton disisi lintasan

OtomotifZone.com-Karawang. Kenapa disebut pasar senggol..?? ya karena tempatnya terbatas dan empet-empetan, penuh sesak dan serba terbatas, minggir salah, ditengah juga bingung….yang ada saling sikut, saling dorong dan mungkin juga saling pepet kalau masih  bisa selamat…itu mungkin gambaran balapan khas yang sering kita jumpai di wilayah Indonesia. Gelaran yang lebih banyak menggunakan jalan raya tentunya tidak semua kota mempunyai kualitas jalan yang bagus dan memenuhi syarat, kadang banyak jalan bagus dan lebar bahkan bisa lebih lebar dari sirkuit pun sering mengalami  kendala perijinin, bisa karena mahalnya biaya sewa menutup jalan, juga mungkin adanya penolakan warga yang jalannya dipakai balap.

Saking susahnya menemukan jalan raya yang ideal akhirnya jalan yang ada menjadi pilihan terakhir untuk menggelar ajang adu kebut jalan raya, tapi resmi tentunya, dengan rekomendasi pengprov dimana event tersebut digelar dan juga ijin kepolisian. Hal tersebut kita jumpai saat event Unity TK Racing NHK Road Race Championship 2015 yang digelar Sabtu-Minggu, 7-8 Mei 2015 kemaren.

terbatasnya lintasan membuat kecelakaan sering tejadi
terbatasnya lintasan membuat kecelakaan sering tejadi

Jalan raya yang membentang dari ujung Stadion Singaperbangsa hingga pertigaan kantor polisi Kawarang yang mempunyai panjang lebih kurang 900 meter dijadikan ajang adu nyali dan aku skil pembalap Jawa Barat, baik pembalap gaek bin senior, pembalap kaum hawa hingga pembalap nyang masih ingusan dan kadang nangis ketika kalah balap. Lebih kurang 503 starter yang mengikuti ajang garapan KAC dibawah komando Herdi Rish selalu menjadi magnet, baik pembalap, penonton  hingga sponsorpun kepincut akan mautnya goyang Karawang.

Tipikal sirkuit non permanen yang hi speed banyak sekali kecelakan-kecelakaan karena banyak faktor, karena licinnya lintasan akibat gujuran hujan, masih minimnya kontrol emosi dan nafsunya pembalap untuk lepas tikungan pertama yang berhadapan langsung dengan tikungan 6 depan waiting zone disitulah sering terjadi crash yang menumpuk dan menimbulkan kerja extra keras petugas lintasan yang harus sering membetulkan posisi tire wall yang dipasang.

Menumpuknya penonton dan team yang ikut menyemangati pembalap yang sedang berlaga juga menjadi pandangan umum namun berbahaya bagi keselamata dirinya. Faktor safety sangat jauh dari dirinya, duduk dikarung pembataspun menjadi hal yang jamak bin lazim kita lihat, itu semua juga karena faktor minim bahkan tidak adanya tempat untuk repare saat trouble dan tempat khusus team/crew untuk memberi info kepembalap, baik posisi dan waktu terbaiknya.

tire wall pun berantakan
tire wall pun berantakan

Puluhan ribu pasang mata yang menyaksikan gelaran ini pun mempunyai tanggapan yang beragam tentang jalannya event tersebut. Ada yang kaget, berdecak kagum dan  heran sampai berteriak ketika 1 atau beberapa pembalap cium aspal bersamaan ditikungan pertama. Sirkuit Singaperbangsa yang sering dipakai ajang yang sama menjadikan banyak pembalap sudah hafal luar dalam sirkuit jalan raya ini, karena setelah beberapa kali menggelar di sirkuit Tecno Mart yang merupakan sirkuit hampir permanen sirkuit depan kantor Bupati menjadi pilihan terbaiknya, disamping akses yang mudah juga, panjang sirkuit juga menjadi pertimbangan promotor  untuk kembali kelaptop eh ke Singaperbangsa.

Aris Aditya sang anggota Juri lomba
Aris Aditya sang anggota Juri lomba

“Masih perlu banyak pembenahan dari sisi safetynya, karena track ini sangat licin dan berbahaya  untuk penonton dan juga pembalap, semoga kedepannya panitia lebih cermat dan memperhatikan sisi keamanan dan kenyamanan pembalap dan penonton” jelas Aries Aditya sang Anggota Juri Pengprov IMI Jabar yang bertugas bersama Dendi Elvandi.

“Sebelumnya kami sudah melalukan track inspection beberapa kali sebelum event ini digelar, ya disinilah yang paling representatif dan terbaik. semoga kedepannya memang  harus ada perbaikan kualitas sirkuit meski jalan raya” jelas sang ketua Juri.
Memang sesuai pengamatan OZ dilapangan, akibat guyuran hujan dan tersisanya genangan air dibeberapa titik menjadi kendala serius pembalap untuk panteng gas, karena memang pembuangan air sisa hujan yang tidak sempurna membuat tidak sedikit yang jumpalitan sambil goyang Karawang.

Herdi Rish sang promotor gelaran
Herdi Rish sang promotor gelaran

Optimistis dan perbaikan kualitas penyelenggaraan kedepannya diyakinkan sang Promotor, “Alhamdulillah gelaran yang diikuti lebih dari 500 starter ini berjalan lancar dan aman, satu-2 pembalap yang jatuh dan cidera ringan sih ada, tapi kami bersyukur jalannya balap yang menghabiskan 48 race saat minggi berjalan sesuai rencana dan lancar. Semoga para sponsor juga semakin percaya dengan KAC untuk tetep support penyelenggaraan mendatang, tentunya kami juga mengucapkan banyak terima kasih untuk para sponsor, seluruh team yang mendukung event ini berjalan lancar, aman dan sukses” papar Herdi Rish disela-sela pembagian hadiah.

Mau disirkuit permanen sekalipun kecelakaan pasti akan terjadi, namun kalau memang kita bisa mengeliminir lebih sedikit kecelakan jauh lebih bagus….kemenangan bukan hal utama tapi faktor keselematan jauh lebih prioritas……

Saatnya para pemimpin daerah merealisir janji-janjinya…agar balap motor tidak dijalan raya…….Otomotif Bukan komoditas Politik……..

Penulis : Edi Batrawan |Photo: Edmol