OtomotifZone.com – Bengkulu, Belum genap 100 hari memimpin Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Bengkulu periode 2026–2030, M. Riqo Syahputra sudah menunjukkan sejumlah langkah nyata untuk mendorong kemajuan olahraga otomotif di Bumi Rafflesia.
Sejak dipercaya sebagai Ketua Umum IMI Provinsi Bengkulu, Riqo mulai melakukan berbagai terobosan, mulai dari penguatan Kartu Izin Start (KIS) yang nantinya akan dipadukan dengan perlindungan asuransi, membangun komunikasi dan kerja sama dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III Bengkulu, hingga mencari lokasi yang berpotensi dikembangkan menjadi sarana dan prasarana olahraga otomotif.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Riqo untuk membangun ekosistem otomotif Bengkulu yang lebih tertata sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi para atlet dan komunitas otomotif untuk berkembang.
Saat ini, Riqo juga tengah memantau sejumlah lahan yang dinilai memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai lokasi latihan maupun kegiatan otomotif. Beberapa lokasi yang masuk dalam pemantauan berada di kawasan terminal di Kota Bengkulu dan Curup.
“Kita sedang memantau lahan yang bisa digunakan, seperti di lahan terminal di Bengkulu Kota dan Curup. Tempat-tempat ini bisa digunakan untuk latihan dan dijaga oleh pihak Dirlantas Polda Bengkulu,” ujar Riqo kepada tim redaksi.
Menurut Riqo, keberadaan fasilitas latihan menjadi salah satu kebutuhan penting dalam upaya mencetak atlet otomotif berprestasi. Dengan tersedianya lokasi yang representatif dan dapat digunakan secara rutin, pembinaan pembalap maupun atlet otomotif di Bengkulu diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah.
Menonjolkan atlet-atlet asal Bengkulu di tingkat nasional memang menjadi salah satu keinginan Riqo bahkan sebelum dirinya dipercaya memimpin IMI Bengkulu.
Ia berharap, dengan adanya sejumlah lokasi yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai tempat latihan, pembalap dan atlet otomotif Bengkulu memiliki kesempatan lebih besar untuk mengasah kemampuan serta berkompetisi di level yang lebih tinggi.

“Harapannya tentu ada lagi atlet otomotif asal Bengkulu yang bisa menonjol di ajang nasional. Kita ingin memberikan fasilitas dan ruang kepada mereka untuk berkembang,” lanjutnya.
Riqo menyadari bahwa membangun prestasi otomotif tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan sinergi antara IMI, pemerintah daerah, kepolisian, komunitas, klub, sponsor, serta seluruh stakeholder otomotif.
Karena itu, di awal masa kepemimpinannya, Riqo memilih untuk bergerak membangun komunikasi dan membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak. Targetnya jelas, menjadikan IMI Bengkulu tidak hanya sebagai organisasi yang mengatur kegiatan otomotif, tetapi juga sebagai wadah pembinaan atlet dan pengembangan olahraga otomotif di daerah.
Dengan sejumlah langkah yang mulai dilakukan bahkan sebelum 100 hari masa kepemimpinannya, Riqo ingin membuktikan bahwa IMI Bengkulu memiliki arah baru dan fokus yang kuat terhadap pembinaan atlet serta pembangunan sarana otomotif.
