OtomotifZone.com – Ponorogo. Seri kejuaraan BG – Open Roadrace tiba juga digelar dikota Reog Ponorogo kemarin (14/6). Tetap Alun – alun kota Ponorogo menjadi sirkuit dadakan dari 263 starter yang terbagi di 15 kelas yang dilombakan. “Khusus di seri kota Ponorogo ini kita bekerjasama dengan organizer lokal Ponorogo dari tim sukses Pilkada Calon Bupati Ponorogo kubu H. Ipong Muchlissoni, dari janji-janji yang diorasikan saat acara pembukaan menyinggung penyederhanaan birokrasi kepengurusan segala macam perijinan. Hanya bagaimana nasib kedepan kabupaten Ponorogo akankah memiliki sirkuit permanen ?,” buka Totok Suyanto Ketua Pelaksana dari BG Sport Club.

Memang ada benarnya pertanyaan tersebut, mengingat saat ini sirkuit di alun – alun kota sisi sebelah selatan kini telah dibangun Keraton Ponorogo yakni pusat pertokoan termegah dan terbaru. Dengan ditutupnya akses jalan di sisi selatan Alun – alun praktis pihak managemen Keraton Ponorogopun meminta kompensasi atas penutupan jalan tersebut. “Sebenarnya masih bisa dipakai untuk sirkuit, hanya jalan dibagi dua seperti sisi sebelah barat tepat didepan Masjid Jami, problemnya pada R3 yang berbentuk Chicane guna redusing kecepatan terpaksa ditiadakan,” timpal Moy Arifin pimpinan Lomba.

Berkumpulnya para pembalap motor pra pon Jatim 2016 di gelaran ini serasa menjadi ajang latihan balap yang berhadiah jika menang. Nama Idries, Feros, Fatah dan Sakti Andre dedengkot pembalap pemula Jatim tersebut terkesan membuka sparing partner di kelas Mp3 dan Mp4. Dikedua kelas ini masih dikuasai Idries SM dari Sampang Madura, sedangkan kelincahan skil balap Feros kuncir mudah diredam oleh para pembalap tadi karena semua motor Feros trouble. “Rasanya ga mau di gas kontan, tidak seperti di Blitar beberapa hari lalu,” sesal Feros. Sedangkan di kelas pembalap pemula maksimal 14 tahun, nama Adenanta dan Bima SN pembalap lokal hero Ponorogo tetap tak terkalahkan. Bocah kelas 4 Sekolah dasar Magetan dari tim Putra Anugrah tersebut mampu bersaing dengan Feros di Mp6.
Tak kalah serunya di kelas Seeded Mp2 pembalap Juni AS dibayang – bayangi Andi Permana pembalap tim Kedung Emas Pacitan. Juni AS diuntungkan skill senior balapnya mampu meredam Andi Permana dan Soffan diatas Jupiter Z kencangnya yang berakhir Juni podium teratas di kelas bebek 4 tak tune up 110 cc Seeded.
Foto : DIKI | Penulis : DIKI

