OtomotifZone.com – Jakarta, Altaf Ridwan kian menguat sebagai salah satu pembalap karting muda paling menjanjikan Indonesia. Pembalap binaan Shadaff Motorsport ini, meski baru berusia 12 tahun, telah mengoleksi sederet prestasi nasional hingga internasional yang membuat langkah kariernya melesat cepat.
Pada musim 2023, Altaf tampil gemilang di kelas Mini ROK dengan menyabet Juara Nasional Rising Mini ROK, Runner Up Nasional Mini ROK Overall, serta menembus Top Ten Asia Mini ROK 2023. Konsistensinya berlanjut di 2024, di mana ia kembali mengamankan peringkat tiga besar nasional Mini ROK.

Tak hanya di Asia, Altaf juga mencicipi kerasnya kompetisi internasional. Pada Oakleigh Racing Cup Junior di Melbourne, ia finis P7, serta meraih P4 Junior Nasional ROK eShark 2025, meski hanya mengikuti setengah musim.

Naik Kelas Lebih Cepat
Dengan catatan selalu berada di tiga besar nasional Mini ROK sepanjang 2023–2024, Altaf mengambil keputusan besar: naik ke kelas Junior lebih cepat pada 2025. Saat itu, usianya masih 11 tahun—jauh lebih muda dibanding mayoritas pesaingnya.
Untuk mempersiapkan transisi tersebut, Altaf menjalani program latihan intensif bersama ProKarting Australia yang berbasis di Melbourne, Victoria, sepanjang Maret–April 2025. Fokus utama adalah adaptasi dengan mesin Junior berkapasitas CC lebih besar, sekaligus peningkatan teknik balap dan race craft.
Hasilnya langsung terlihat. Pada Kejurnas Seri 3 2025, Altaf turun sebagai pembalap termuda di kelas Junior dan sukses meraih podium ketiga overall serta Juara Rising Star.

Pengalaman Balap Australia 2025
Seiring program pengembangan tersebut, Altaf aktif mengikuti berbagai kejuaraan di Sydney, Melbourne, dan Cobden bersama ProKarting Australia. Sepanjang musim 2025, ia selalu berhasil menembus final (Top 30), dengan hasil terbaik P7 di Oakleigh Racing Cup.
Rincian pengalaman balap Australia 2025 Altaf Ridwan:
Oakleigh Racing Cup: P7
Cobden Victoria State: P15
City of Melbourne: P34
Golden Power Series Albany: P19
Golden Power Series Puckapunyal: P23
Pengalaman di Australia terbukti berdampak besar. Sekembali ke Indonesia, Altaf tampil semakin matang dan konsisten naik podium, termasuk finis P4 di Kejuaraan Asia Seri 4 Sentul. Meski hanya mengikuti setengah musim Kejurnas, ia tetap mampu bertengger di posisi 4 klasemen akhir nasional.

Target Besar 2026: Junior Top Guns Racing
Memasuki musim 2026, Altaf memantapkan langkah dengan kembali berkompetisi penuh di Australia lewat ajang Junior Top Guns Racing di Melbourne. Kelas ini diikuti hampir 40 pembalap, menjadikannya salah satu kompetisi junior paling ketat di kawasan tersebut.
Australia Dipilih, Ini Alasannya
Australia dipilih bukan tanpa alasan. Negara ini memiliki lebih dari 30 sirkuit karting aktif, dengan jumlah peserta kejuaraan yang bisa mencapai 600 pembalap dalam satu event—menciptakan atmosfer kompetisi yang mendekati Eropa.
Bergabung bersama ProKarting Australia, tim yang dikenal telah melahirkan pembalap kelas dunia, Altaf berharap mendapatkan pengalaman balap komprehensif yang bisa menjadi bekal untuk bersaing di level global.

Lingkungan Juara Dunia
Australia dan Selandia Baru dikenal sebagai lumbung pembalap kelas dunia. Di Formula 1 saja, sejak musim 2024–2025, kawasan ini mengirimkan tiga pembalap sekaligus: Oscar Piastri, Liam Lawson, dan Jack Doohan.
Di dunia karting, nama seperti William Calleja telah membuktikan diri dengan menembus Top 3 WSK dan Kejuaraan Dunia, sementara James Anagnostiadis, juara Eropa, bahkan direkrut oleh Mercedes F1 sebagai bagian dari program pembinaan mereka.
Dengan fondasi prestasi kuat, pengalaman internasional, serta program pembinaan yang matang, Altaf Ridwan kini dipandang sebagai salah satu aset masa depan motorsport Indonesia yang patut diperhitungkan di kancah dunia.

