OtomotifZone.com – Manokwari. Jalan menuju pertarungan Kejurnas Grasstrack Region VI Putaran II 2026 di Kaimana mulai terbuka. Sekitar 200 pembalap, crew, mekanik, dan official bersiap bertolak ke Kaimana menggunakan Sabuk Nusantara 96 untuk menghadapi persaingan di Sirkuit Coa, 25–27 September 2026.
Bukan hanya soal balapan, perjalanan menuju Kaimana juga menjadi tantangan tersendiri bagi setiap tim. Mereka harus membawa pembalap, motor, mekanik, crew, official, suku cadang, perlengkapan balap, hingga berbagai kebutuhan selama berada di lokasi.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Dinas Perhubungan mengambil langkah untuk mendukung mobilisasi kontingen. Kapal perintis/Tol Laut milik PT PELNI Indonesia tersebut melayani rute Manokwari–Sorong–Kaimana pulang-pergi.
Dukungan ini menjadi angin segar bagi tim dari berbagai provinsi di Region VI. Akses transportasi laut yang lebih terjamin membuat kontingen memiliki jalur perjalanan yang lebih terarah menuju Kaimana.
Namun, dukungan tersebut tidak datang begitu saja. Panitia Penyelenggara Kejurnas Grasstrack Seri II Kaimana melalui IMI Kabupaten Kaimana, IMI Papua Barat mengajukan permohonan fasilitas kapal kepada Wakil Gubernur Papua Barat melalui surat Nomor 04/KG-PP/2026 tertanggal 4 September 2026.
Permohonan itu kemudian mendapat respons cepat dari Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani, SH., M.Si. Pada 7 September 2026, ia memberikan disposisi kepada Dinas Perhubungan untuk berkoordinasi dengan PT PELNI.
Sehari kemudian, Plt. Kepala Dinas Perhubungan Papua Barat Markus L. Sabarofek, S.Sos., M.A. langsung mengirimkan surat Nomor 500.11/673/DISHUB-PB/IX/2026 kepada Kepala KSOP Kelas IV Manokwari dan Kepala Cabang PT PELNI Manokwari.

Melalui surat tersebut, Dishub meminta dukungan penggunaan Sabuk Nusantara 96 untuk mengangkut sekitar 200 orang. Rinciannya sekitar 100 pembalap atau peserta serta 100 crew dan official, termasuk perlengkapan yang mereka perlukan selama mengikuti kejuaraan.
Meski demikian, Dishub Papua Barat tetap menempatkan pelayanan reguler sebagai prioritas. Mobilisasi kontingen harus mengikuti jadwal kapal perintis dan tidak boleh mengganggu pelayanan reguler.

“Bantuan fasilitas kapal ini sangat penting mengingat transportasi laut menjadi faktor utama kelancaran keberangkatan dan kepulangan kontingen dalam mengikuti Kejurnas,” tulis Dishub Papua Barat dalam surat tersebut.
Selanjutnya, kontingen akan mengikuti skema perjalanan sesuai jadwal reguler Sabuk Nusantara 96 dari Manokwari. Peserta dari Sorong dan daerah lainnya dapat berkumpul terlebih dahulu di Manokwari sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kaimana.
Bagi panitia, fasilitas transportasi laut tersebut ikut menjawab salah satu persoalan penting dalam penyelenggaraan Kejurnas, yakni mobilisasi peserta dan tim.
Ketua Panitia Dedy Djunaedi Ombaier pun memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat atas dukungan tersebut.
“Kami berterima kasih kepada Pemprov Papua Barat. Dengan adanya kapal ini, peserta dan tim tidak terkendala transportasi laut untuk bertanding di Kaimana,” ujarnya.
Dengan jalur transportasi yang semakin siap, persiapan Putaran II kini memasuki fase penting. Kejurnas Grasstrack Region VI Putaran II akan mempertemukan pembalap dari enam provinsi di wilayah Papua.
Bagi para pembalap, perjalanan menuju Kaimana menjadi bagian dari perjuangan sebelum mereka bertarung di lintasan. Setiap tim kini harus memastikan motor, suku cadang, perlengkapan balap, serta seluruh kebutuhan mereka tiba dengan aman dan tepat waktu.
Kini, Sabuk Nusantara 96 menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan menuju Kaimana. Setelah jalur laut terbuka, perhatian mulai bergeser ke Sirkuit Coa.
Tinggal menunggu waktu, suara mesin dan deru knalpot para pembalap akan mengguncang Kaimana pada 25–27 September 2026.
