OtomotifZone.com – Semarang, Dominasi M. Zidane Alnesa Pratama di putaran pertama Cleosa Series 2026 benar-benar sulit dibendung. Setelah sukses di kelas Bebek Modif, Zidane kembali menunjukkan kelasnya dengan merebut podium tertinggi di kelas FFA Open (Moto 1) yang berlangsung di Sirkuit Bantir, Bandungan, Sabtu (4/4/2026).
​Menunggangi Kawasaki Ninja FFA hasil garapan mekanik legendaris spesialis mesin kencang, Yuyun Setyoko atau yang akrab disapa Penceng PRK Klaten, Zidane tampil tanpa cela. Ia berhasil finish di posisi pertama dengan total waktu 12:36.759 setelah bertarung sengit selama 8 lap.
​Dibalik kemenangan ini, ternyata ada cerita menarik mengenai dapur pacu yang digunakan. Mas Setyoko mengungkapkan bahwa motor yang ditunggangi Zidane sebenarnya menggunakan mesin cadangan yang baru saja selesai dirakit. Hal ini terpaksa dilakukan karena mesin utama mengalami trouble engine saat sesi latihan.

​”Ini pakai mesin baru mas, kita bahkan belum sempat nyetting apalagi naik dyno test. Kalau soal spek sih sama persis, nggak ada yang beda, cuma ini semua part-nya baru semua. Alhamdulillah, malah langsung nyantol juara di sesi Moto 1 ini,” ungkap Yuyun Setyoko.
​Meskipun menggunakan komponen serba baru tanpa persiapan maksimal di atas mesin dyno, performa Ninja FFA ini tetap gahar di lintasan. Salah satu kunci kekuatannya terletak pada sektor pembuangan yang mempercayakan knalpot dari Pekajaman Muffler.
​Meski sudah mengamankan posisi terbaik, tim No Limit Racing tidak mau jemawa. Mengingat mesin yang digunakan masih sangat “segar” dan minim data, pengecekan menyeluruh akan dilakukan sebelum memasuki balapan Moto 2 besok.
​”Persiapan tentu ada untuk race Moto 2. Kita repair sedikit sambil ngecek kondisi mesin, takutnya ada apa-apa karena ini benar-benar perdana kita pakai sambil belajar cari data sebanyak-banyaknya. Semoga besok bisa tampil lebih maksimal lagi,” pungkas mekanik murah senyum asal Klaten tersebut.

​Kemenangan ini menjadi bukti bahwa kombinasi antara talenta balap Zidane dan riset cepat dari Penceng PRK tetap menjadi barometer kekuatan di kancah Grasstrack tanah air.

