OtomotifZone.com-Klaten. Nama ini mungkin asing bagi penonton dan pembaca, tapi bagi mekanik Grasstrack yang sistem pengapiannya memakai CDI racing merk Vortex pasti sudah punya kontak person komplit. Disman Ardiyanto yang punya padepokan Raceline Indonesia. Raceline sejatinya nama bengkel di Malaysia tempat Hafizh Syahrin dahulu mengawali karir dan Disman Ardiyanto ini bekerja di team balap sana beberapa tahun saat team Raceline bekerjasama dengan Star Motor Jakarta. Saking akrabnya sampai saat ini nama Raceline ikut di bawa pulang tepatnya di bengkel rumahannya. Lama sebagai pengotak-atik kelistrikan sampai mengolah kurva CDI racing jenis Vortex. CDI favorit di grasstrack bagi mekanik mekanik papan atas seperti Imam Safi’i Malabar yang membackup motor Rizky HK, Edi Aryanto dan Akbar Taufan, Aan Kentung Pati(Ricard Manado) mengawal Breifel Wales, Aryan mekanik andalan Lantian Juan di team Norifumi Bos Mild dan beberapa motor luar pulau banyak hasil settingan map darinya. Apakah yang lain nggak bisa setting?
“Bisa, tapi karena yang punya software di Indonesia hanya beberapa orang saja. Sementara dari saya mungkin sering bertemu di grasstrack dan terus yang di pakai Vortex. Jadi kebanyakan kesini buat setting CDI nya,” ungkapnya.
Software untuk CDI Progamable ini memang langka. Harganya sampai 8jutaan. Tapi motor yang ditempel produk asal Australia ini jaminan enak di bawa setelah di set. “Putaran tengah dan atasnya lebih sadis, sistem AC dan awet,” lanjut Disman.
CDI yang rata-rata di pakai Special Engine Yamaha YZ125cc sayangnya cuma beberapa orang saja yang punya software tersebut. “Nggak bisa sembarang. Laptopnya pun harus yang saya bawa ini. Seumpama pakai laptop orang juga tidak bisa karena data sudah save di data sini,” ungkap Arjoes sapaannya.
Makananya, rata-rata yang beli baik bekas maupun baru minta di set kesini. Keawetan salah satunya yang di rujuk.
Disman Ardiyanto (Arjoes)
Raceline Indonesia +62 813-2817-7439
Manisrenggo, Klaten
Penulis : Hafid | Foto : Hafid

