OtomotifZone.com – Tasikmalaya. Keahlian berkendara berkaitan erat dengan keselamatan berkendara, dari 2 hal tersebut menjadi bagian tak terelakan kita berkendara di jalan raya dan hal itu juga bisa menjadi faktor kecelakaan karena ketidak mampuan kita mengendalikan tunggangan yang kia kendarai. Hal tersebut membuat DK Racing Event Organizer adventure, turut serta mengkampanyekan tentang keselamatan.
Menggandeng pembalap FIM Asia Supermoto, Fahmi Ahmad Fauzi serta instruktur bersertifikat Riki Rukmantara alias Riki Bo. Sehingga duet antara pembalap dan instruktur ini menambah menarik gelaran Safety Riding dan Riding Skill.
Seperti kegiatan yang digelar pada acara adventure di Ciamis beberapa waktu yang lalu. Dan masih banyak rider yang belum paham tentang Safety Riding dan Riding Skill. Khususnya para peserta adventure masih banyak yang belum bisa melewati cone yang telah disusun.
Menurut Riki Bo sebelum mengendarai hal utama yang perlu diperhatikan diantaranya, manajement perjalanan, riding skill dan postur riding. Ke tiga hal tersebut meminimalisir terjadinya kecelakaan dari awal harus dipersiapkan.
“Dari awal harus disiapkan, persiapan perbekalan dan jalur yang dilalui,” jelas Riki Bo. Bahkan untuk para peserta adventure ini menjadi vital. Banyak peserta begitu lepas start langsung tancap gas. Menurut Riki Bo harus dilakukan pemanasan.
“Begitu lepas start jangan langsung gass poll, karena badan membutuhkan adaptasi kurang lebih 10 menit sampai dengan 15 menit tergantung dari kondisi badan,” jelas Riki Bo. Sehingga menurut Riki Bo jika badan sudah siap makan pengendalian motor pun akan maksimal.
Kemudian jangan dilupakan untuk kesiapan kendaraan. Serta penyesuaian antara rider dan motor yang akan dikendarainya. Terutama dalam set up stang, karena postur tubuh setiap rider berbeda-beda. Lebar bahu pun menyesuaikan pada set up motor.

Prakteknya banyak peserta adventure yang tidak bisa melewati rintangan sesuai arahan dari instruktur. Bahkan ketika menerapkan waktu, peserta tidak dapat melewati rintangan sesuai waktu yang ditentukan.
“Ternyata tidak semudah yang dibayangkan mengendarai motor sesuai dengan instruktur safety riding,” jelas Ntang peserta asal Banjarsari Ciamis yang mencoba beberap kali. Selain melewati cone secara zig zag, kemudian memutar pada angka delapan dan melewati jalur lurut dan saat pengereman harus menyentuh cone.
Beberapa peserta saat melewati cone, kaki tidak boleh menyentuh tanah. Begitupun saat memutar dan melewati papan pada trek lurut. Setelah mendapat pengarahan dari instruktur, disertai dengan praktek langsung oleh Fahmi.
Penulis: Yeyep Ardiansyah | Foto: Yeyep Ardiansyah




