OtomotifZone.com – Tasikmalaya. Dari sekian banyak tim balap motor di lintasan tanah yang ada di Jawa Barat, salah satu yang terus aktif serta konsisten dalam setiap event terutama gelaran seri Kejurda Grasstrack IMI Jabar adalah tim MRT Abadi Jaya CSM Bombom Tech asal Tasikmalaya. Dengan mengandalkan Ahmad Wijaya yang jadi ujung tombak tim alias pembalap jagoannya, tim ini sering meraih podium juara di kelas Pemula.
Ahmad Wijaya yang punya nomor start 9 ini pada setiap gelaran balap di seri Kejurda selalu lihai dalam menunjukkan aksi balapnya dengan penuh tekad dan ambisi merebut juara. Sehingga membuat para pesaingnya harus waspada ketika berlaga di semua kelas kategori Pemula. Penampilan serta karakter Ahmad Wijaya di luar lintasan yang cukup pendiam ini justru akan nampak berbeda ketika sedang bertarung di sirkuit.
Pembalap kelahiran kota Ciamis tahun 2003 silam itu, saat ini berada pada peringkat ke 2 di kelas Novice atau Pemula. Poin yang telah dikumpulkan oleh Ahmad Wijaya ini hanya terpaut selisih 7 poin dengan peringkat pertama klasemen sementara yakni Rafly Wahyudi. Demi terus mengasah skill dan juga kemampuan balapnya, pemilik nama lengkap Ahmad Fauzi Ridwan ini tidak hanya mengikuti kelas Bebek Standar 110 cc Pemula dan juga Bebek Standar 125 cc Pemula, yang merupakan kelas wajib untuk seri Kejurda. Tetapi juga dengan kelas pendukung lainnya alias supporting yang turut di buka pada event Kejurda tersebut.
Diantaranya adalah kelas FFA Pemula 17 tahun, Bebek Modifikasi Pemula 17 tahun, FFA Pemula Bebas Usia, lalu kelas Bebek Standar Pemula Bebas Usia, juga Bebek Modifikasi Pemula Bebas Usia. Bahkan sering juga ikutan di kelas Bebek Standar Open dan Sport Trail Open.
Torehan prestasi yang ditunjukkan oleh Ahmad Wijaya ini sering pula turut mengangkat nama tim MRT Abadi Jaya CSM Bombom Tech selalu tercantum entry list juara. Dan dibalik semua hasil yang sudah diraih Ahmad Wijaya ini, tidak terlepas dari tangan dingin Asep Deni Herdiana selaku mekanik tim yang berasal dari Desa Kolot, Sambongjaya, Mangkubumi, Kota Tasikmalaya.
Kiprah dari mekanik yang sudah gape dan piawai di dalam hal ngutak-ngatik bagian dapur pacu ini sejak tahun 2014 lalu dan tahun itu pula menjadi cikal bakal berdirinya tim ini hingga sekarang. Saat dimintai keterangannya perihal tim ini, Asep pun menuturkan jika tidak mudah untuk tetap mempertahankan tim balap ini agar tetap ada dan bertahan sampai saat ini karena banyaknya perjuangan kala merintis dari awal.
“Yang penting tetap enjoy dan serius untuk bisa di jalani. Kita juga mesti pandai pilih-pilih event yang bagus serta berkualitas seperti seri Kejurda Grasstrack IMI Jabar serta ajang club event yang jelas. Karena tidak setiap event diikuti yang pastinya akan sangat menguras fisik serta biaya pula,” jelas Asep.
Dan untuk menciptakan suasana tim yang tetap harmonis juga langgeng, rasa kekeluargaan pun harus bisa di ciptakan agar semuanya berjalan baik tanpa menjadi ekses yang akan merusak sisi lain dari kerjasama tim.
Seperti soal komunikasi antara pembalap dengan crew dan mekanik yang harus tetap terjalin erat dengan baik. Karena itu bisa saling memberikan input dari pembalap yang nantinua segera ditindak lanjuti oleh mekanik atau pun crew. Apalagi setiap crew memiliki tanggung jawab masing-masing yang harus dikerjakan baik dalam persiapan jelang race maupun saat break di paddock.
Semoga segala kesiapan yang sudah dilakukan oleh tim MRT Abadi Jaya CSM Bombom Tech ini bisa meraih hasil maksimal di seri akhir grand final Kejurda Grasstrack IMI Jabar pada akhir pekan mendatang di kota Bogor.
Penulis : Yeyep Ardiansyah | Foto : Yeyep Ardiansyah




