OtomotifZone.com – Semarang. Drag Bike Night Seri II kembali digelar. Bertempat di Tawang Mas Semarang. Tidak tanggung-tanggung starter yang ikut berpartisipasi sebanyak 370, jumlahnya agak menurun dibandingkan seri 1 ditempat yang sama. Walaupun begitu antusias dragster cukup lumayan. “Event ini sengaja dipilih malam karena sensasi beda, dragster harus fokus terutama lampu start dengan konsentrasi jump start tidak terjadi,”terang Rudi Zulkarnaen selaku penyelenggara Ndayax Racing Pro.
Ada yang menarik dari penyelenggaraan drag bike night ini yaitu di kelas bracket 8 detik dimana setiap dragster harus bisa mencapai catatan waktu lebih dari 8 detik, catatan waktu 07.999 tidak lolos karena di bawah 8 detik. Kelas ini mendapatkan tempat tersendiri di kejuaraan drag bike, dimana setiap gelaran diadakan peserta yang ikut di kelas ini terus bertambah. Untuk ikut kelas 8 detik dibutuhkan strategi yang tepat terutama dalam menarik gas harus tepat meleset sedikit bisa-bisa waktu di bawah 8 detik yang di dapat, tidak hanya posisi waktu mengatur rpm motor tinggi dan top speed diturunkan tapi juga cc motor kecil waktu yang didapat juga besar. “Kelas 8 detik memiliki rasa kepuasaan tersendiri karena dibutuhkan langkah awal yang bagus untuk mengatur rpm motor supaya catatan yang didapat bisa lebih besar dari 8 detik,”jelas Dwi Batank dragster asal Semarang yang bernaung di team Majestic.
Kemujuran masih di tangan dragster Semarang ini, yang kurang mujur dragster Magelang Hendra Kecil yang mencatat waktu di bawah 8 detik. Sehingga harus tersingkir di kelas ini. “Kelas 8 detik sungguh kelas yang menantang dibutuhkan kematangan karena waktu harus bisa 08.000, tapi untuk seri selanjutnya aku harus memperbaiki,’terang Hendra Kecil dragster Magelang dari team Plankton Poll’s.
“Kelas 8 detik sengaja dibikin supaya penggemar drag bike tidak jenuh karena yang juara itu-itu terus, dengan dibukanya kelas ini semua dragster berpeluang untuk juara di kelas 8 detik,”tutup Rudi Zulkarnaen.
Penulis : Dafa | Foto : Dafa

