BerandaHeadlineDuluan Mana? Penggunaan Transponder Road Race vs Grasstrack di Indonesia Ternyata Beda...

Duluan Mana? Penggunaan Transponder Road Race vs Grasstrack di Indonesia Ternyata Beda Jauh!

OtomotifZone.com – Bandung. Banyak yang mengira Road Race dan Grasstrack barengan pakai transponder. Faktanya beda jauh.

Untuk Road Race, kecanggihan transponder sudah mulai dipakai sejak tahun 90-an di Indonesia. Namun saat itu belum wajib, sehingga komplain soal catatan waktu masih sering terjadi. Akhirnya PP IMI tegas. Event Motoprix 2013 wajib menggunakan Timing System untuk mengurangi resiko kecurangan.

Sementara di Grasstrack, sejarah baru tercatat pada 8-9 Juli 2017 di Sirkuit Yonif 312 Kala Hitam Subang. Event Kejurnas Pikoli Swallow Grasstrack Region II Seri 4 oleh GCRT milik H. Mukhtar Kusuma jadi yang pertama pakai transponder.

Mengutip BeritaBalap.com pada 2017, H. Mukhtar Kusuma selaku penyelenggara GCRT dalam press conference di Hotel Betha Subang mengatakan :

“Kita sengaja menghadirkan transponder, catatan waktu pebalap bisa tercatat dengan jelas. Ke depan pembalap grasstrack jika ikut ajang yang lebih tinggi sudah terbiasa,” ujar H. Mukhtar Kusuma.

Sementara juri PP IMI Arief Budhi yang dikutip MotorPlus-Online.com pada 9 Juli 2017 menegaskan, “Betul ini yang pertama kali. Plusnya bagi penyelenggara lebih efisien, bagi pembalap lebih fair.”

Apa Itu RFID? Bahasa Simpelnya KTP Digital Motor

RFID atau dalam bahasa Indonesia Pengenal Frekuensi Radio, itu seperti KTP digital. Transponder adalah chip kecil di shock depan motor pada balap aspal. Pada balap cross maupun grasstrack sensor tertanam di bawah tanah. Begitu motor lewat, chip lapor otomatis dengan akurasi 0,001 detik. Tidak ada lagi stopwatch pencet manual.

Transponder

Uniknya di grasstrack, sensor tertanam sebelum table top finish. Jadi kalau mesin trouble harus mendorong motor di tanjakan terakhir, tetap tercatat finish.

Hotlaps, Salah Satu Timing System Kepercayaan Nasional & Internasional

Kini, salah satu timing system Indonesia yang sudah dipercaya event nasional dan internasional, yaitu Hotlaps Management di bawah komando Arie Banda, memegang tugas itu. Hotlaps kini resmi menjadi mitra resmi MYLAPS dunia untuk wilayah Asia dan sudah menangani event di Mandalika seperti ARRC maupun MotoGP dengan penuh kepercayaan.

Transponder

Dari masa 90-an hingga 2017, perjalanannya panjang. Dari stopwatch yang rawan protes hingga chip 0,001 detik yang tidak bisa dibantah. Satu hal yang pasti, balap motor Indonesia sudah naik kelas. Bukan lagi soal siapa yang teriak paling kencang di pinggir lintasan, tapi siapa yang datanya paling akurat di layar monitor. Karena di era digital, juara tidak hanya ditentukan di tikungan, tapi juga di sensor.

Foto : Hotlaps_official

Must Read