Beranda Opini Emosi Baru Lampu Hijau Sudah diklakson, Pelaku Beri Jawaban Tak Terduga

Emosi Baru Lampu Hijau Sudah diklakson, Pelaku Beri Jawaban Tak Terduga

0
319

Kamu sering kesal dan heran nggak sih? dengan kelakuan pengemudi langsung menekan klakson padahal traffic light baru saja menunjukan lampu hijau.

Biasanya perilaku tersebut sering memancing emosi pengendara lain dijalan dan memicu celoteh “nggak sabaran banget sih, egois dan bla bla blaa”

Bahkan beberapa ahli Safety Defensive Consultan (SDCI) memberikan label perilaku tersebut dalam kategori pengemudi egois dan agresif.

Namun berdasarkan opini saya pendapat para ahli tersebut tidak sepenuhnya akurat, setelah saya melakukan wawancara terhadap teman saya sendiri sebagai pelaku.

Kamu tidak akan menduganya seperti saya karena jawaban pelaku sama sekali tidak mencerminkan sifat egois dan agresif.

Sebut saja dia Tono Sontoloyo Mulia (nama samaran) karena tidak ingin dipublikasikan. Kurang lebih percakapan singkat kita seperti ini:

OZ: Apakah kamu cukup sering melakukan klakson ketika lampu traffic light baru menunjukan lampu hijau? dan apa alasannya?

Tono: Saya sering melakukannya untuk memberitahu pengemudi lain bahwa lampu sudah hijau, karena sering saya temui pengemudi tidak sadar bahwa traffic light sudah lampu hijau, jadi motif saya bertujuan membantu pengendara lain yang kehilangan fokus saat lampu sudah hijau dan membantu pengendara lain yang sedang mengejar waktu.

Faktanya memang banyak terjadi pengemudi termasuk kita sendiri kehilangan fokus saat menunggu arahan dari traffic light dan tidak segera bergerak saat lampu hijau, tentu saja perilaku itu mengganggu kelancaran lalu lintas, apalagi durasi lampu hijau biasanya singkat.

Rupanya selama ini pikiran kita terlalu naif padahal tujuan beberapa pelaku sungguh mulia. Mengetahui fakta itu hari esok saya akan memilih berterima kasih atau berbahagia ketika mendapatkan klakson di stopan dan membuang jauh-jauh rasa kesal dan emosi saya.

Walaupun tidak menampik kemungkinan bahwa tidak semua alasan pelaku sama, tapi bukankah lebih baik kita berpikir positif dari pada emosi yang jelas-jelas tidak baik buat kesehatan kita? selain itu mood yang baik ketika berkendara juga termasuk jadi salah satu pendukung berkendara selamat.