OtomotifZone.com – Tebing Tinggi. Ferdy Boy Matic Race Ambarwulan seri 3 (18/4) yang berlangsung di sirkuit buatan Jl. Sutomo Tebing Tinggi menyisakan banyak pelajaran bagi para panitia, pembalap dan juga penonton. Penonton yang pada saat itu sangat membludak membuat seluruh sisi pinggir lintasan penuh sesak oleh para penonton. Ditambah lagi Zona steril penonton yang berada tepat di tengah – tengah lintasan juga masih terdapat penonton yang masih dibiarkan untuk tetap berada di kawasan tersebut. Alhasil yang diperoleh sedikitnya terdapat beberapa kali terjadi kecelakaan yang melibatkan penonton dan pembalap. Kejadian terparah terjadi pada saat event sudah memasuki fase final race. Pada race keempat di fase final terjadi kecelakaan fatal di sekitaran tikungan pertama. Hal ini terjadi dikarenakan salah seorang pembalap tiba – tiba lepas kontrol dan keluar dari tikungan dan menabrak gundukan karung pembatas jalan lintasan lomba dan menghantam sejumlah penonton yang berada tepat di areal gundukan karung tersebut. Dari pantuan OtomotifZone.com ada beberapa penonton yang menjadi korban. Dengan kejadian ini perlombaan sempat terhenti beberapa saat. Beberapa penonton tersebut ada dua orang penonton yang mengalami kondisi yang cukup parah. Salah seorang korban bernama Jesmon dinyatakan masih koma dan sedang dalam perawat intensif di Rumah Sakit Elizabeth Medan. Korban mengalami benturan yang cukup serius dibagian kepala belakang. Sedangkan seorang korban lagi juga masih dalam perawatan di Rumah Sakit yang ada di kota Tebing Tinggi mengalami patah tulang pada kaki sebelah kanan.

Hal yang seharusnya tidak terjadi harus terjadi karena tidak adanya pengawasan dan penataan keamaannya yang nyata dari pihak penyelenggara. Hal ini dibuktikan dengan kondisi sisi lintasan yang tidak seluruhnya dipasang pagar BRC yang sesuai dengan standard. Masih ada sisi lintasan yang tidak dibubuhi oleh pagar BRC, mengakibatkan sebagian penonton berada ditengah lintasan. Lokasi yang harusnya disterilkan dari penonton malah menjadi penuh sesak karena tidak adanya penertiban. Baru lah setelah kejadian fatal terjadi dilakukan penertiban pada zona steril tersebut.
Dan setelah perlombaan selesai juga terdapat kejadian yang sungguh memalukan. Dimana seorang oknum tidak dikenal beradu jotos dengan seorang pembalap yang mengakibatkan kericuhan di areal paddock sampai ke areal lintasan jalan. Diketahui bahwa oknum tidak dikenal tersebut merasa tidak senang dengan seorang pembalap yang dianggap telah melakukan tindakan kasar pada saat perlombaan berlangsung terhadap adik sang oknum tidak dikenal tersebut. Pihak keamanan yang tepat berada di dekat kejadian dengan sigap melerai adu jotos tersebut.
Mudah – mudahan dengan kejadian ini para penyelenggara lomba dimana pun dapat lebih mengutamakan aspek keamanan lintasan balapan. Dan juga para penonton agar lebih bijak dalam menempatkan diri untuk dapat menyasikkan acara lomba, karena yang anda saksikan bukan balapan karung. Ntar di tanggal 17 agustus baru kita bisa menyaksikan balapan karung atau malah ikutan balapan karung tersebut. Dan untuk para pembalap coba untuk lebih fair dalam mengikuti lomba.
Penulis : Devid Panjaitan || Foto : Devid Panjaitan


