OtomotifZone.com-Thaiand. Balapan Asia Road Racing Championship 2015 memang sudah usai. Final kemarin di sirkuit Chang, Buriram, Thailand (6/11) bagaikan sebuah letupan kegembiraan beberapa team dan pembalap Indonesia. Total bermain all out di seri terakhir ditunjukkan beberapa pembalap diantaranya M. Febriansyah-Yoga Dio di Asia Dream Cup, Dedi Kurniawan-Andreas Gunawan di Suzuki Asia Challenge, Yudhistira di Supersport 600cc, Imanuel Pratna di Asia Production 250cc, dan Anggi Permana – Wahyu Aji – Gupito Kresna – Florianus Roy di Underbone 130cc.

Paling surprize dari Indonesia yang baru mencicipi di kancah Asia yang berhasil menyandang gelar juara Suzuki Asia Challenge, Andreas Gunawan. “Saya sangat bangga akhirnya bisa menjadi juara Asia, Saya mengucapkan terima kasih kepada Suzuki Indonesia, tim mekanik, Team Suzuki Kagayama dan ARRC atas kesempatan berharga ini. Kesempatan Saya untuk mengikuti tes seleksi riders Sport 600cc masih ada, doakan semoga saya dapat lolos tes yang berlangsung tanggal 7 Desember ini.” kata Andreas Gunawan, pembalap muda berusia 20 tahun asal Lampung tersebut. Begitu juga dengan Dedi Kurniawan yang Juara 1 di Race 1 SAC 2015 Thailand kemarin. “Saya sangat banga dengan kemenangan di Race 1, terima kasih untuk Suzuki dan Tim Kagayama. Pertarungan begitu keras, tadi saya berusaha tetap konsisten di racing line saat lawan berkonsentrasi hanya kepada andreas. Saya tinggal menunggu lengahnya mereka dan ternyata itu terjadi di tikungan terakhir.” kata Dedi pada kemenangan pertamanya di Asia.

Wahyu Aji yang mewakili rekan-rekan juga puas bisa bermain hebat di last round kemarin juga bangga mampu membawa bendera merah putih bersama Anggi Permana di podium dan lagu kebangsaan dinyanyikan disana. “Insyaallah tahun depan ada kesempatan bermain di ARRC bakal berusaha lebih maksimal lagi,” senyum Wahyu saat bersama Anggi.

Tak kalah pembalap pemula-pemula di Asia Dream Cup. Hastagh final push juga memacu semangat M. Febriansyah untuk bermain luar biasa keras mampu podium runer-up dalam dua race. Race 2 sebenarnya bisa milik Febriansyah kalau si pembalap Jepang tidak melakukan manuver ekstrim. “Kedorong sama pembalap jepang yang memaksakan diri mas, Sehingga keluar jalur.. Saya sudah coba protes ke race director. Tetapi mereka tetap dengan pendirianya. Bagaimana pun anak-anak sudah tampil dengan sangat baik. Saya bangga Walaupun akhirnya 6 pembalap terdepan mendapatkan penalty turun 2 posisi. Mereka menunjukan kwalitas pembalap Indonesia tidak boleh diremehkan” bangga Erwin Oei yang menjadi manager dari pasukan ADC Indonesia.

6 pembalap termasuk urutan 1 sampai 4 finiser terbaik turun 2 peringkat yaitu Yusuke Nakamura (7), M. Febriansyah (10), Muklada Sarapuech (18), Yoga Dio ((9), karena di lap terakhir mereka nylonong di jebakan batman tepatnya di R terakhir jelang finish. Di tempat itu ada larangan untuk tetep betot gas kalau sampai keluar melewati Kerb. Dengan Kegigihan mereka. Febriansyah lagi menjadi trending topik. “Saya malah berharap Febri bisa naik ke jenjang lebih tinggi mas,” tutup Erwin saat di sirkuit Chang, Buriram, Thailand. Membawa hasil mantab untuk di bawa pulang ke tanah air..

Penulis : Hafid | Foto : ARRC, ADC, SAC


Ayoooo…M.Febrian aq yakin kamu bisa ketingkat yg lebih baik tahun depan semoga allah memberikan kesehatan