OtomotifZone.com-Majalengka. Tidak bisa dipungkiri lagi, grasstrack Jawa Barat harus sudah mulai membuka diri untuk melihat lebih jauh kemajuan Jawa Tengah dan Jawa Timur dalam perkembangan cabang balap garuk tanah, Grasstrack.
Sadar ataupun tidak, diakui atau engga, terima atau ngeyel, Jabar sudah kalah 2 langkah dari wilayah tetangga. Sebagai bukti diajang Region maupun nasional, tangga juara direngkuh grasstracker “wong Jowo” saja, dan Jabar hanya masih bisa melawan dikelas Pemula thok.
Bukti paling shoheh bin anget ketika IMI Jabar bersama Gagaraji club berkolaborasi dengan TTRC 68 Suryalaya dan Beeghoss menggelar hajatan Kejurda Grasstrack 2015 seri 5 yang baru usai digelar Minggu kemaren (6/12) di sirkuit Gagaraji Majalengka Jawa Barat, grasstracker Jabar harus mengakui keunggulan Lantian Juan (RD Mandiri Sbrs Hogo Hari Motor Majalengka) dikelas Senior.

Pembalap asal kediri Jawa Timur yang mengawali karier balap MX di kelas SE 50 dan 65 cc menjadi bintang digelaran tersebut, atraksi memukau saat menaklukan lumba-lumba, berm dan table top tanpa halangan sementara grasstracker senior Jabar harus terima nasib diasapi dirinya.
“Jabar harus angkat topi dengan pembalap Jawa, kita sudah tertinggal 2 langkah dari mereka, sirkuit yang mereka gunakan sudah seperti sirkuit MX, sementara kita masih menggunakan sirkuit seperti untaian garis telapak tangan, susah kita mengejarnya mas, semoga Pengprov IMI Jabar bisa bikin regulasi standarisasi sirkuit agar kita bisa mengejar dan sejajar dengan mereka”, papar F Chimon usai menjuarai kelas Senior.

Hal senada juga dilontarkan juara bertahan kelas, Junior Resa Pangsit, “Jujur kita harus akui kehebatan pembalap luar Jabar ketika kita satu race, skill dan stamina mereka sudah terasah dengan karakter sirkuit yang panjang dan banyak handycap, sementara kita masih berkutat dievent dengan kondisi sirkuit yang jauh dari mereka, kita pasti kedodoran, mereka bisa melalui 2 sampai 3 lumba-lumba, kita hanya bisa melewati satu satu, semoga kedepan Jabar punya standarasisasi sirkuitlah agar kita bisa berkompetisi dengan mereka seperti beberapa tahun-tahun lalu,Jabar masih punya taji dikancah nasional”, harap Resa Pangsit.

Apa bener kita ketinggalan dengan grasstrack Jawa..? Iwa Kusnindar, Kabiro R2 offtrack pengprov IMI Jabar mengakuinya,“ini PR kita bersama tahun depan, kita harus bisa merubah kebiasaan mengenai rekomendasi sirkuit minimal untuk kejurda, agar bisa dijadikan standarisasi promotor club event”.
RD Mandiri Sbrs Hogo Hari Motor Majalengka tempat Lantian berlaga kemaren memang pas memilih pembalap Luar Jabar untuk memacu semangat pembalap Jabar, disamping Eka Letoy yang turun dikelas pemula yang banyak berguru dan tranfer ilmu dari sang juara nasional SE 50 cc tahun 2007-2008 dan juara nasional 65 cc selama 3 tahun ini.
“team kami yang baru seumur jagung sengaja memilih pembalap mateng agar bisa menjadi mentor pembalap kami asli Jabar, biar ada spirit positif aja”, papar Aep Saeful Bahri sang owner team, pengusaha muda asli Majalengka.

Ketika OZ coba ngobrol pembalap kelahiran 23 Oktober 1999, sang juara di 3 kelas Senior, Lantian menjawab dengan sangat rendah hati,“mungkin hanya kebetulan saya bisa menang disini om, sirkuitnya aja yang memang mempunyai karakter seperti yang sudah biasa saya latihan dan race di Jawa Timur, jadi tidak perlu adaptasi terlalu lama, sirkuit Gagaraji sudah memenuhi syarat sebagai sirkuit rujukan untuk gelaran kejurda, kalau di Jabar seperti ini semua, saya yakin pembalap Jabar pasti lebih jago”, jelas pelajar SMP Darul Salam Kediri.
Ooo jadi itu ya salah satu penyebab grasstracker Jabar selalu kedodoran ketika harus berlaga dengan pembalap luar, rupanya layout sirkuit juga sangat berpengaruh besar terhadap skill dan stamina pembalap, hayo akh segera dibenahi, kali aja tahun-tahun mendatang Jabar kembali merajai balap garuk tanah nasional seperti yang pernah diraih F Chimon dan kawan-kawan.
penulis : Edi Batrawan | Photo : Edi Batrawan





Pembalap jabar blm ketinggalan…..
ayo… kita buktikan di pengujung tahun ini….
Pembalap jabar pasti bisa….