OtomotifZone.com – Pamekasan. Bertajuk Grand Final GM FKPPI FDR Roadrace Open championship 2013 berarti usai sudah perjalanan sebanyak 5 seri ajang balap motor terbuka garapan Generasi Muda FKPPI Jatim. Banyak unsur positif terhadap para pembalap disamping pembinaan bagi pembalap pemula Jatim juga terbuka luas bagi pembalap luar Jatim. Seperti di Grand final kemarin di sirkuit Jalan Jokotole dusun Asemmanis desa Buddagan kota Pamekasan diikuit 294 starter di 11 kelas yang dilombakan. “ Generasi Muda FKPPI sebenarnya banyak kegiatannya, antara lain peduli akan pembinaan para pembalap pemula Jatim, untuk itu selama lima seri dalam setahun kita semua komitmen menyelesaikan dengan baik termasuk memberi beberapa hadiah menarik bagi yang berprestasi “ terang Freddy BK anggota FKPPI yang juga pihak penyelenggara.
Di seri 5 ini sedianya menjadi jatah kota Jombang untuk menggelar grand final. Namun menurut Freddy BK masih banyak kendala terutama lahan yang akan dipakai untuk kepentingan pemerintah kabupaten Jombang. Meski sebagai sirkuit alternatif, jalan Jokotole masih ideal untuk adu riset para tuner utamanya di Mp3 dan Mp4. Sirkuit yang menantang dengan panjang total sekitar 800 meter tersebut kondisinya tanjakan dan turunan dengan aspal hotmix. Kondisi ini memicu adrenalin para pembalap seolah memacu motor drag ditrek lurus tanpa halang rintang berarti. “ Di Pamekasan ini motor Fatah sedikit berubah dengan menurunkan kompresi ruang bakar, karena menjaga saat engine break di turunan tidak merusak piston karena bekerja maksimal ‘ terang Dimas tuner Gazslor dari Tulungagung. Meskipun di seri ini Fatah tertinggal oleh Mamang pembalap tuan rumah di Mp3 dan sempat di asapi oleh Muhajirin di Mp4, tetapi perolehan poin memaungkinkan Fatah meraih sebuah motor Honda.
Usainya Final GM FKPPI di Pamekasan ini juga membawa pesan moral terutama bagi para pembalap pemula. Karena di sirkuit ini pula di malam minggu juga sebagai ajang adu balap liar. “ Digelarnya balap ini juga sebagai penyaluran hobi balap bagi para pembalap Pamekasan, sekaligus bisa mengurangi kebut-kebutan di jalan. “ Jelas AKP B.Soegiharto Kasatlantas Polres Pamekasan. Namun tetap saja masyarakat Pamekasan haus tontonan akan balap motor dikotanya. Ini dibuktikan dengan berjubelnya di Paddock dan sepanjang sirkuit yang susah dibendung agar meninggalkan sirkuit. Tradisi inilah kadang para promoter harus berfikir dua kali untuk menggelar balap motor di pulau Madura. Lagi – lagi faktor keamanan dan keselamatan masih harus dipertaruhkan.
Penulis : Diki | Foto : Diki

