OtomotifZone.com – Jakarta. Sepekan ini berita seputar Galang Hendra, pebalap Yamaha Motor Indonesia bernomor start 55, yang menjuarai seri ke-9 atau seri terakhir World Supersport 300 (WSSP300) menjadi trending topik.
Sayangnya, trending topik berita Galang diganggu berita rekaman video Hanna Annisa dan pasangannya. Alumni universitas negeri ternama di Jakarta, yang merekam sendiri aksi mereka ketika memerankan film ‘action’.
Biar bagaimanapun, tetap kebesaran nama Galang sebagai pebalap pertama dan satu-satunya dari Indonesia, bahkan Asia, yang menjuarai event balap berskala dunia WSSP300, tak bisa hilang begitu saja.

Banyak cerita seputar aksi Galang di WSSP300 terungkap dalam jumpa pers penyambutannya di Head Office PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Jakarta, waktu lalu. Misalnya pengakuan Minoru Morimoto, President Director PT YIMM yang juga mantan pebalap dan pernah beraksi di Jerman dan Belanda.
Menurut pria Jepang yang humoris ini, pebalap Eropa itu cenderung berperilaku kasar-kasar saat balapan di sirkuit. “Saya perhatikan ketika WSSP 300 di Sirkuit Jerez, Spanyol, kemarin, aksi Galang ditutup beramai-ramai oleh para pebalap Eropa itu. Tapi karena Galang pebalap cerdas, ia mampu melejit ke depan. Para pebalap Eropa itu melongo dibuatnya,” canda Morimoto.
Perlu diketahui, Galang meraih podium pertama karena ulahnya memanfaatkan momen slip stream 0,026 detik. Ia lakukan itu dari Scott Deroue, pebalap asal Belanda, satu-satunya pebalap yang tepat berada didepan Galang sepersekian detik menjelang garis Finish.
Memang dari tayangan televisi terlihat, aksi Galang balapan di WSSP300 seakan tak ada capeknya. Ia benar-benar memanfaatkan peluang semaksimal mungkin, dan tampak penuh percaya diri. Oya, mengenai gaya balapannya itu, ternyata Galang punya julukan tersendiri loh. Apakah itu?
Galang melakukan balapan dengan gaya balap Asian Style. Yaitu gaya balap yang menurutnya agresif, namun tetap tenang membaca situasi dan penuh percaya diri. “Bagi saya buat apa takut sama para pebalap bule itu? Sama-sama manusia. Bedanya saya makan nasi, mereka makan pasta,” gurau pebalap asal Yogyakarta berusia 18 tahun itu.
Malah ketika disuruh membandingkan antara rasanya balapan di WSSP300 dengan di IRS, secara lugas Galang menjawab, “harus saya akui, sebenarnya lebih brutal balapan di IRS,” sergah Galang yang membalap bersama MotoX Racing.
Hebatnya lagi, meski belum pernah beraksi di Sirkuit Jerez, namun Galang tampak begitu familiar melahap sirkuit berkarakter naik-turun itu. “Saya hapal Sirkuit Jerez karena belajar dari Playstation. Ribuan laps sirkuit Jerez sudah saya lumat, tapi ya itu, di Playstation,” tukasnya.
Bicara setingan motor, diakui Galang tak banyak berubah. “Hanya ubah setingan handlebar dari posisi kuncian di atas, switch jadi di bawah. Lalu sedikit ubahan sprocket dan setingan suspensi,” tandas alumni kamp pelatihan VR46 Riders Academy milik Valentino Rossi ini.
Kini Galang Hendra menjadi salah satu pebalap kelas dunia. Sudah banyak tim-tim balap di Eropa meliriknya. “Menurut kami, siapapun pebalapnya, saat ini yang penting adalah sanggup membawa nama baik Indonesia dan Asia di kancah dunia,” tukas M. Abidin, GM After sales & Motorsport YIMM. Bravo Galang! Terus harumkan nama Indonesia di ajang balap dunia!
Naskah & Foto: Alun Segoro




