OtomotifZone.com – Jakarta. Musibah kebakaran hutan Sumatera dan Kalimantan sangat berdampak negatif bagi warga Indonesia. Tidak terkecuali Crew dan Pebalap Indonesia dari Jawa. Crew dan pebalap asal Jawa jadi korban kabut asap akibat kebakaran hutan.
Kita ambil contoh pasukan GDT yang ingin berangkat ke Kalimantan dalam rencana gelaran Kejurnas MotoPrix region Kalimantan yang berlangsung (21-22/9) di Sirkuit Panjang Singkawang, Kalimantan Barat.
Mereka bersama pebalap mereka dari Jawa yang akan main di Kalimantan menjadi korban. Keberangkatan yang dijadwalkan pada (18/9) dari Bandara Adisutjipto harus gagal berangkat. Akhirnya merka gagal berangkat menuju Kalimantan malam itu.

” Iya mas malam itu saya gagal berangkat terbang. Saya sama beberapa pebalap dan mekanik dari Jogja gagal terbang mas. Alasan dari Maskapai penerbangan karena kabut asap,” ujar Trimble mekanik dari GDT langsung dikepada OtomotifZone.com.
Trimble mengawal tim Terbul Dits Palangkaraya. Dengan rider pemula andalan mereka Hafid Pratama. Mungkin pihak maskapai juga tidak mau ambil resiki besar. Sebab akibat kabut asap ini jarak pandang di darat juga tidak terlalu jauh. Ini menjadi suatu kerugian besar untuk tim dan pebalap yang akan berjuang di Kalimantan.
” Akhirnya saya berangkat pagi mas. Jadi Pengaruhnya sangat besar mas akibat kebakaran hutan terutama buat transportasi udara. Karena menghambat perjalanan udara. Yang mana kepentingan mau keluar pulau jadi terganggu. Terutama buat balap jadi tertunda seting karena perjalanan ya diundur,” jelas mekanik yang selalu eksis didunia balap.
Lanjutnya ,” Sangat disayangkan mas, jantung hutan kita dibakar. Tidak karena polusi udara juga, kasian mas jantung hutan dibakar. Memang tidak ada cara lain. Ini sangat merugikan semua pihak. Untuk nafas manusia saja tidak baik mas asapnya,”

Asap semakin pekat karena Sumatera juga alami kebakaran. Dan di Sumatera kebakaran disinyalir karena ada oknum yang membakar. “Udaranya buat nafas nyesak mas. Dan rasanya beda banget mas. Kalau bisa musnahkan saja mas yang bakar hutan,” tutup Hafid Pratama pebalap Terbul Dits Palangkaraya .
Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga. Lindungi hutan kita. Karena hutan adalah paru paru dunia. Banyak juga makhluk hidup yang bergantung dengan hutan.




