
OtomotifZone.com-Ciamis. HajatanĀ Pengprov IMI Jabar dilintasan garuk tanah berhasil digelar Sabtu-Minggu (4-5 April), Kejurda Seri 1 yang digelar di sirkuit Cikande Kawali Ciamis hanya diikuti kurang lebih 50 % dari total grasstracker yang dimiliki Jawa Barat.
Harapan besar tertumpu pada penyelenggaraan ini, event yang digadang-gadang menjadi event tertinggi di wilayah pengprov IMI Jabar ternyata kurang diminati para pembalap, terutama pembalap pemula yang nota bene Jabar terutama daerah Priangan Timur adalah gudangnya pembalap garuk tanah,
Pakusarakan club yang didaulat menjadi penyelenggara seri 1 ini pun bingung, kenapa event kejurda yang seharunya menjadi kebanggaan para pembalap malah sepi dari hingar bingar dan jauh dari kesan kompetisi tertinggi di Jawa Barat.“sangat ironis sekali, level kejurda yang harusnya menjadi kebanggaan pembalap grasstrack Jawa Barat ko malah sepi, mereka lebih seneng ikutan balap liaran atau club event, kalau ada yang takut ikut kejurda takut naik kelas..?? itu anggapan salah, meskipun ikut club event dan sering juara tetap saja prestasi itu tetap dihitung berdasarkan kualitas kemenangannya, jadi terus kalau tidak ikut kejurda terus tidak naik kelas itu salah, tetap aja dihitung”, bingung Yudi Odoy.

2 minggu sebelumnya sirkuit Cikande ini digelar club event dan dibanjiri lebih dari 550 starter dan event kemaren 50 persennya menghilang bak ditelan bumi, apakah pembalap Jawa Barat sudah tidak berfikir prestasi dan hanya kejar duit semata..???.. prestasi itu tidak penting…???? apakah mental para pembalap pemula bermental tempe.?? justru kalah dengan para pembalap Junior dan seniornya yang lebih patuh, menghargaiĀ dan bangga ikut event pembinaan ini. Kalau hanya alasan hadiah juara Kejurda 2014 belum diberikan juga salah, karena 3 pembalap seperti Aldi Juhe yang juara kelas pemula 2014, Resa Pangsit juara Junior dan Chikal Faisal dikelas Senior tetap balap tuh kemaren…?????..

“ini adalah pemahaman yang salah bagi pembalap, kalau ikut kejurda nanti bakal naik kelas kalau berprestasi, padahal mau ikut club event sekalipun kalau memang sering menang ya otomatis pasti ada pertimbangan untuk naik kelas, kan IMIĀ Jabar punya data setiap event yang digelar, jadi jangan takut ikut kejurda terus naik kelas, semua ada aturannya”, papar Iwa K selaku PIC Kejurda diamini Edi Banda dan Tony Once Juri pengprov yang bertugas.
Hal tersebut juga diamini para pembalap lainnya, “bagaimanapun Kejurda harus menjadi tolok ukur kegiatan sejenis diwilayahnya, baik buruknya penyelenggaraan dan kualitas kejurda tergantung partisipasi kita-kita para pembalap, tapi memang kewajiban regulator juga harus bisa memberi rasa nyaman kami selaku pembalap, kami butuh kepastian hadiah juara umum grasstrack 2014”,harap Chikal Faisal, Resa Pangsit dan Aldi Juhe para jawara Kejurda Grasstrack IMIĀ Jabar 2014 lalu.

“hadiah sudah ada dan disiapkan, kami mohon maaf atas keterlambatan ini. ini bukan kesengajaan, tapi memang padatnya jadwal kegiatan pengprov, dimana sebelumnya sudah menggelar rakerprov dan seminar dan ujian lisensi. Urusan hadiah kejurda semua cabang olahraga akan diberikan medio Mei bulan depan ko, tunggu saja undangan dari Pengprov IMI Jabar”, jelas Iwa K selaku Kabiro Offtrack roda 2 Pengprov IMI Jabar.
Udah jelas kaan para pembalap grasstrack Jabar….masih ada 4 seri kejurda lagi lho… jangan tidakĀ ikut ya…….
Penulis : Edi Batrawan | Photo : Edmol





misi om,,kalo saya bole usul,saya mau info” pembalap wanita nya dong š