OtomotifZone.com-Majalengka. Revolusi sirkuit adalah harga mati bagi grasstracker Jawa Barat agar bisa bersaing dengan pembalap luar Jabar, hal tersebut sangat didambakan para pembalap garuk tanah tatap sunda kedepannya.
Hal tersebut diharapkan para grasstracker Jabar ketika OZ bincang-bincang santai diajang Kejurda IMIÂ Jabar Grasstrack 2016 seri 1 di sirkuit Cakra 13 Lemah Putih, Lemah Sugih Kabupaten Majalengka, Minggu kemaren (7/5).
Geliat grasstrack Jawa Barat begitu besar dan menjamur, tapi disetiap event yang digelar di wilayah sendiri, para taruna garuk tanah harus menerima nasib menjadi runner up dan tingkat juara dibelakangnya, dan seringnya grasstracker Jateng dan Jatim mendominasi tangga juara pertama.

Hal tersebut terbukti gelaran berseri yang dihelat promotor Jabar tahun lalu, hadiah juara umum dikelas Senior lebih sering diambil pembalap non Jabar, hanya Bebeto Zivani yang sering menyelematkan podium dikelas Juniornya, selebihnya untuk klasemen akhir merekalah yang memboyong hadiah motor.
Kenapa bisa begitu…????? ya bisa saja terjadi karena faktor lintasan yang harus dirobah, hal tersebut seperti yang diutarakan Savona Okky, Akbar Taufan, Lantian Juan dan Rizki HK, merekalah yang sering ikut event Jabar dan memenanginya, “Jabar harus punya sirkuit seperti yang ada di Jawa Tengah dan Jatim, handycapnya seperti motocross, lebar dan panjang, variasinya banyak, sehingga skill dan stamina pembalap teruji, beda sirkuit yang ada di Jabar, seperti “RAMO”, lekukan jari-jari telapak tangan, stop and go, bagi kami itu lebih mudah karena kami terbiasa balap di sirkuit seperti MX”, papar Akbar dan teman-teman.

Melihat hal tersebut, Biro GTX IMI Jabar pun menimpalinya, “memang sudah saatnya Jabar mengubah dan membuat standarisasi sirkuit grasstrack agar kita bisa terlatih dengan sirkuit berkarakter komplit, agar skill pembalap juga semakin bagus”, papar Iwa K diamini Bebeto, Tommy MJ.

“mekanik juga dibikin pusing jadinya, beda dengan sirkuit permanen road race, setingan mesin, chasis dan rangka sudah bisa terbaca, beda dengan grasstrack, salah dapat laporan, kita harus begadang bongkar mesin dan seting ulang”, tukas Dudi Sumanto, mekanik Jabar yang lagi seneng seting motor MX.
Apalagi sudah 2 tahun berjalan, Powertrack sudah melakukan terobosan, dan bukti terakhir, juara kelas Senior dikuasai pembalap non Jabar.
Informasi tambahan sesuai pengamatan OZ sirkuit yang layak adalah sirkuit Bilqis Sumedang, sirkuit B2 Speed Sukabumi, sirkuit Puwakarta masuk kategori sirkuit kelas 1.
Saatnya revolusi sirkuit….mudah-mudahan setuju yah…
Penulis : Edi Batrawan | Photo : Edi Batrawan




