OtomotifZone.com-Ambarawa. Dia disebut pembalap segudang taktik. Cara mengambil posisi mengangetkan lawan-lawan di dekatnya. Cara berhitung mengambil line sangat cerdik. Line yang di ambil lain dari prediksi lawan. Dikira ambil luar ternyata ambil dalam. Dikira ambil dalam, dia ambil luar. Buyar konsentrasi pokoknya. Konsistensinya hanya diganggu motor mogok. Sudah itu saja.

Tiga kelas utama di 110cc (44 point), 125cc (38 point) dan Campuran (43 point) jika total 125 jadi yang tertinggi perolehan point. Bisa makin melambung kalau di 125cc tidak mengalami trouble. “Busiku pecah, padahal sudah mau mengejar Edi,” ungkap Rizky. Untung masih bisa ke pit area dan bisa lanjut walau di posisi 7 race 2. Kehebatannya bukan cuma cerdik, fisik prima dan selalu mencoba celah baru.
Penulis : Hafid | Foto : Hafid




